Trump Beri Sinyal Kesepakatan Damai AS-Iran Akan Diteken dalam Seminggu
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amarika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal kesepakatan damai dengan Iran akan dicapai dalam seminggu atau sebelum pertemuannya dengan mitranya dari.China, Xi Jinping. Trump akan berkunjung ke Beijing pada 14-15 Mei mendatang.
Menurut Trump, ada peluang yang sangat baik untuk mencapai kesepakatan dengan Iran sebelum perjalanannya tersebut.
“Saya kira kita memiliki peluang yang sangat baik untuk mencapai kesepakatan lagi,” kata Trump, kepada PBS, dikutip Kamis (7/5/2026).
Namun dia juga menekankan, ada kemungkinan lain bahwa kesepakatan damai dengan Iran belum akan dicapai sebelum kunjungannya tersebut. Trump memperingatkan jika negosiasi gagal, AS akan kembali ke cara lama, merujuk pada dimulainya kembali operasi militer besar-besaran.
Dia juga menegaskan tidak akan mengirim utusan untuk membahas kesepakatan damai dengan Iran. Namun mengisyaratkan, upacara penandatanganan kesepakatan bisa dilakukan di lokasi yang belum ditentukan.
John Herdman Bahagia, Mees Hilgers Jadi Pemain Pertama Indonesia yang Main di Liga Champions?
Lebih lanjut Trump mengatakan, kesepakatan damai dengan Iran harus melibatkan transfer persediaan uranium yang diperkaya milik Iran langsung ke AS. Selain itu Iran harus menghentikan program nuklir bawah tanahnya.
Pembekuan pengayaan uranium Iran yakni hanya sebatas maksimal 3,67 persen, sebagaimana diatur dalam perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), bukan bagian dari kesepakatan. AS lebih dulu keluar dalam perjanjian yang juga diteken oleh Rusia, China, Inggris, Prancis, dan Jerman tersebut.
Meski menyampaikan optimisme bahwa resolusi damai sudah sangat dekat, da mewanti-wanti opsi serangan masih terbuka.
"Jika mereka setuju, semuanya selesai, dan jika mereka tidak setuju, kita akan mengebom (lagi)," katanya.










