Komisi Reformasi Ingin Polri Tinggalkan Gaya Militer, Jangan Hedonis

Komisi Reformasi Ingin Polri Tinggalkan Gaya Militer, Jangan Hedonis

Terkini | inews | Kamis, 7 Mei 2026 - 02:01
share

JAKARTA, iNews.id - Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menegaskan pentingnya Polri tidak bergaya militeristik dalam menjalankan tugasnya. Hal ini sejalan dengan semangat Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) yang ingin mewujudkan konsep polisi sipil atau civilian police.

Mahfud mengungkapkan, rekomendasi KPRP kepada Presiden Prabowo Subianto menekankan transformasi Polri menjadi institusi yang lebih humanis dan dekat dengan masyarakat.

"Nah nanti bentuk-bentuknya itu akan menjadikan civilian police, polisi-polisi sipil bukan militer. Polisi sipil," kata Mahfud di Kantor KPRP, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, konsep polisi sipil akan membuat peran kepolisian semakin sesuai dengan fungsi utamanya, yakni mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat.

Mahfud juga menekankan personel Polri harus menjadi sosok yang disenangi masyarakat, layaknya protagonis yang menjadi rujukan publik.

"Protagonis itu tokohnya yang menjadi rujukan, yang disenangi, gitu kan. Sehingga nanti polisi itu nanti paradigmanya tuh disenangi orang. Semua apa-apa ingin bersahabat dengan polisi. Demokratis, transparan, bersaudara itu protagonis," ujarnya.

Dia menegaskan, ke depan Polri harus meninggalkan gaya militeristik serta berbagai perilaku negatif yang dapat merusak kepercayaan publik.

"Jangan militeristik, jangan hedonis, jangan memeras, jangan membekingi perjudian, jangan macam-macam lah yang jelek-jelek itu, flexing-flexing dan macam-macam itu kan perilaku yang banyak perilaku aktual maksudnya perilaku aktual," kata Mahfud.

Topik Menarik