Ekonomi RI Tumbuh Kuat 5,61 Persen, Komisi XI Ingatkan Kualitas Pertumbuhan

Ekonomi RI Tumbuh Kuat 5,61 Persen, Komisi XI Ingatkan Kualitas Pertumbuhan

Terkini | inews | Rabu, 6 Mei 2026 - 20:50
share

JAKARTA, iNews.id - Komisi XI DPR menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61 persen (year on year) pada kuartal I 2026 sebagai sinyal positif di tengah ketidakpastian global. Hal ini juga menandakan fondasi perekonomian Tanah Air kuat.

“Capaian ini patut diapresiasi dan menunjukkan fondasi ekonomi domestik yang relatif kuat. Dengan tren ini, target pertumbuhan APBN 2026 sebesar 5,4 persen menjadi semakin realistis,” ucap Anggota Komisi XI DPR, Marwan Cik Asan dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Marwan turut mengingatkan bahwa pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya berkualitas. Dia menyoroti masih dominannya sektor tenaga kerja informal yang mencapai sekitar 59 persen dari total tenaga kerja nasional.

“Artinya, sebagian besar pekerja kita masih menghadapi produktivitas rendah, pendapatan tidak stabil, dan minim perlindungan sosial. Ini menjadi pekerjaan rumah besar,” tuturnya.

Legislator Demokrat tersebut menilai, struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia juga masih menghadapi tantangan, terutama karena ketergantungan tinggi pada konsumsi domestik, sementara kontribusi sektor produksi bernilai tambah dan ekspor masih terbatas.

Karena itu, Marwan menekankan pentingnya menjadikan momentum pertumbuhan ini untuk mendorong transformasi ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dia turut mendorong pemerintah untuk fokus pada lima langkah strategis. Pertama, memperkuat industri pengolahan dan manufaktur berorientasi ekspor yang padat karya. Kedua, mendorong UMKM naik kelas menjadi usaha formal melalui kemudahan regulasi dan pembiayaan.

Ketiga, meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan vokasi yang relevan. Keempat, memperbaiki iklim investasi dengan reformasi birokrasi dan kepastian hukum, dan kelima, memperluas perlindungan sosial tenaga kerja untuk mendorong formalisasi.

“Pertumbuhan 5,61 persen bukan tujuan akhir, yang lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan itu mampu menciptakan lapangan kerja formal dan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara nyata,” tuturnya.

Topik Menarik