Andi Azwan Klaim Tulisan Gadhaj Adam Bukan cuma Ada di Ijazah Jokowi

Andi Azwan Klaim Tulisan Gadhaj Adam Bukan cuma Ada di Ijazah Jokowi

Terkini | inews | Selasa, 5 Mei 2026 - 21:02
share

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Jokman Nusantara Bersatu, Andi Azwan merespons soal temuan tulisan atau watermark 'Gadhaj Adam' di ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, tulisan 'typo' tersebut bukan hanya ditemukan di ijazah Jokowi, tapi juga di beberapa alumni lainnya. 

Hal itu disampaikan Andi di program Rakyat Bersuara bertajuk 'Rismon: Ijazah Jokowi Asli, Roy cs: Rekayasa' di iNews, pada Selasa (5/5/2026). Awalnya, dia mengamini pernyataan kreator konten Topi Merah soal adanya tulisan Gadhaj Adam di ijazah Jokowi. 

"Dia katakan tadi ada empat (tulisan) yang dipunyai Pak Jokowi, untuk Pak Jokowi betul. Kita juga sudah cek," kata Andi. 

Dalam kesempatan tersebut, dia juga membawa sejumlah ijazah yang dia klaim terdapat tulisan Gadhaj Adam. Menurutnya, ada tiga tahun kelulusan UGM yang memiliki tanda tersebut yang jumlahnya bervariasi. 

"Tahun 1984, 1985, 1986 ada," kata Andi

Dia menjelaskan, tulisan tersebut sengaja dibuat Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) sebagai tanda keamanan.

"Karena ini dibuat oleh Perum Peruri, watermark security index-nya itu dibuat oleh Perum Peruri," ujarnya.

"Jadi ini dibuatlah yang namanya ijazah itu yang dicetak oleh UGM itu. Jadi bermacam-macam untuk itu. Untuk Gadhaj Adam ini ada security index-nya ya," sambungnya. 

Sebelumnya, pakar telematika yang juga tersangka kasus fitnah ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo, mengungkap adanya temuan kejanggalan ijazah Jokowi. Hal itu terungkap setelah dirinya bersama salah seorang peneliti yang akrab disapa Topi Merah menemukan bahwa tulisan nama universitas pada barang bukti ijazah yang ditampilkan Rismon Sianipar tidak sesuai.

Diketahui, saat program Rakyat Bersuara di iNews pada Selasa 21 April 2026 lalu, Rismon menampilkan barang bukti ijazah Jokowi yang disebut didapat dari Dian Sandi.

“Di embosnya itu bukan Universitas Gadjah Mada, tapi Universitas Gadhaj Adam,” kata Roy di Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026).

Hal tersebut memunculkan kecurigaan dirinya terkait barang bukti yang ditampilkan Rismon. Dia menduga barang bukti itu telah direkayasa oleh Rismon.

Menurut Roy, jika sejak awal barang bukti tidak terdapat watermark maka seharusnya tidak ada watermark sama sekali jika dilakukan translasi ataupun rotasi pada ijazah tersebut. Sementara, watermark pada ijazah yang ditampilkan Rismon sangat jelas terlihat.

“Artinya apa? Saudara eng-eng-eng ini sudah melakukan editing. Kenapa? Harusnya kalau ini file yang asli yang dia sebut dari Dian Sandi yang sama sekali tidak tampak watermark-nya, mau dilakukan translasi, rotasi atau apa pun ya, nggak akan tampak karena memang awalnya nggak tampak,” kata Roy.

Topik Menarik