ESDM Nilai Mineral Strategis Krusial bagi Masa Depan Energi RI
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan pentingnya peran mineral strategis dalam mendorong keberhasilan transisi energi di Indonesia. Di tengah dinamika global, sektor pertambangan dituntut tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada keberlanjutan dan penciptaan nilai tambah.
Asisten Deputi Pengembangan Mineral dan Batubara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Herry Permana, menyebut komoditas mineral memiliki posisi krusial dalam menopang pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung peralihan menuju energi bersih.
"Mineral strategis menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan kolaborasi adalah kunci untuk membuka berbagai peluang yang ada," ujarnya di acara Indonesia Miner 2026 yang diselenggarakan di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026).
Dia menilai, kompleksitas tantangan sektor tambang saat ini, mulai dari tekanan global hingga tuntutan pengurangan emisi, membuat pelaku industri harus lebih adaptif. Karena itu, pemerintah mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor agar transformasi menuju industri yang lebih berkelanjutan bisa berjalan lebih cepat.
Sejalan dengan itu, Managing Director Indonesia Miner, Dimas Abdillah, melihat adanya perubahan pendekatan dalam industri, termasuk meningkatnya kebutuhan ruang kolaborasi yang lebih terbuka.
"Tahun ini kami melihat bukan hanya peningkatan jumlah partisipasi, tetapi juga konsistensi dukungan dari perusahaan dan delegasi yang kembali berpartisipasi. Hal ini menunjukkan pentingnya platform untuk bertemu, bertukar perspektif, dan memperkuat kolaborasi di industri ini," kata dia.
Menurut dia, kebutuhan industri saat ini tidak hanya pada forum diskusi formal, tetapi juga ruang interaksi yang lebih cair agar pertukaran ide dan solusi bisa terjadi secara lebih natural.
"Kami ingin menciptakan environment yang lebih mengalir, karena ini adalah sesuatu yang memang dibutuhkan industri saat ini," ujarnya.
Pemerintah sendiri terus mendorong penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global, khususnya melalui pengembangan mineral kritis yang menjadi tulang punggung energi masa depan. Selain itu, penerapan teknologi dan inovasi di sektor pertambangan juga dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menekan dampak lingkungan.
"Kolaborasi yang kuat akan menentukan bagaimana kita bisa mengoptimalkan potensi tersebut secara berkelanjutan," tambah Herry Permana.










