Pemprov DKI Kebut Pembangunan Flyover di Latumenten, Cegah Kecelakaan Kereta 

Pemprov DKI Kebut Pembangunan Flyover di Latumenten, Cegah Kecelakaan Kereta 

Terkini | inews | Kamis, 30 April 2026 - 01:10
share

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat proyek jalan layang atau flyover di Jalan Latumenten, Jakarta Barat. Pembangunan infrastruktur tersebut sebagai solusi untuk mencegah kembali terjadi insiden kecelakaan di pelintasan sebidang kereta api.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, pihaknya juga berencana membangun jalan layang serupa di wilayah Bintaro. Namun, dia menilai, proses sosialisasi dengan warga sekitar masih berlangsung.

"Sebetulnya ada dua flyover yaitu daerah Bintaro, cuma Bintaro kayaknya masih ada permasalahan dengan masyarakat. Sementara yang saya tahu Bintaro ini cukup lama sosialisasinya, tapi Latumenten ini sedang kita lakukan pembangunan," kata Rano saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Saat disinggung terkait jumlah perlintasan sebidang di wilayah Jakarta, Rano mengaku belum mendapat data pasti. 

Namun, dia memperkirakan, jumlah perlintasan sebidang di Jakarta terbilang banyak.

"Barangkali kalau palang atau pintu itu pasti Jakarta jauh lebih banyak daripada wilayah yang lain. Tapi apakah pintu itu ada yang jaga itu memang kita mesti pertanyakan," ucap Rano.

Sebelumnya, terjadi kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Kronologi tabrakan bermula ketika rangkaian KRL lintas Cikarang tertemper mobil taksi online Green SM di perlintasan sebidang JPL 85.

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

Sebagai dampak peristiwa itu, petugas lalu memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.

Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

Akibat insiden itu, sebanyak 16 penumpang KRL meninggal dunia. Sementara 90 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan medis.

Topik Menarik