Alwi Farhan Blak-blakan soal Kekalahan Indonesia dari Prancis: Tekanan Terlalu Besar!
HORSENS, iNews.id – Alwi Farhan blak-blakan mengungkap tekanan besar jadi faktor utama kekalahan Indonesia dari Prancis di Piala Thomas 2026. Tim Merah Putih tumbang 1-4 pada laga terakhir Grup D, Rabu (28/4/2026) dini hari WIB.
Hasil ini memastikan Indonesia tersingkir dari fase grup setelah hanya finis di posisi ketiga. Alwi Farhan dan kolega gagal melangkah ke perempat final karena kalah bersaing dari Thailand dan Prancis.
Alwi Farhan yang turun di partai tunggal kedua tidak mampu menyumbang poin. Dia kalah dua gim langsung dari Alex Lanier dalam laga yang berlangsung ketat.
Tekanan Menghantui di Laga Krusial
Alwi Farhan mengakui situasi wajib menang membuat dirinya berada dalam tekanan tinggi. Kondisi tersebut memengaruhi fokus dan performanya di lapangan.
"Karena memang sekarang posisinya kamu juga membutuhkan kemenangan, rasa itu cukup menghantui saya. Dan saya lebih merasakan pressure," ujarnya, dikutip dari rilis PBSI.
Dia menilai lawannya, Alex Lanier, tampil dengan kekuatan pukulan yang sangat dominan. Hal itu membuatnya kesulitan mengantisipasi serangan sepanjang pertandingan.
"Hari ini tidak terlalu berbeda pola yang diterapkan lawan tapi dia powernya sangat besar ya, jadi antisipasinya tadi saya beberapa kali lepas. Dia banyak mendapatkan poin dari situ, saya harus perbaiki untuk ke depan," tuturnya.
Kekalahan Alwi membuat posisi Indonesia semakin tertekan setelah sebelumnya Jonatan Christie juga gagal meraih poin saat menghadapi Christo Popov di partai pertama. Situasi tersebut membuat peluang Indonesia semakin menipis.
Anthony Sinisuka Ginting sempat memberi harapan saat menghadapi Toma Junior Popov di partai ketiga. Dia memaksa rubber game, namun akhirnya kalah tipis setelah pertarungan sengit.
Sektor ganda putra juga belum mampu mengangkat performa tim di awal laga. Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani harus mengakui keunggulan pasangan Prancis, Eloi Adam/Leo Rossi, dalam dua gim langsung.
Satu-satunya kemenangan Indonesia hadir dari Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Mereka menang rubber game saat menghadapi pasangan Christo Popov/Toma Junior Popov di partai terakhir.
Meski meraih satu poin, hasil tersebut tidak cukup mengubah nasib Indonesia. Kekalahan agregat 1-4 memastikan langkah Indonesia terhenti di fase grup.
Hasil ini menjadi pukulan bagi tim bulu tangkis Indonesia. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar bisa kembali bersaing di ajang internasional berikutnya.










