Reza Gladys Cuan Rp6,7 Miliar dari Medsos, Nikita Mirzani Minta Dirjen Pajak Turun Tangan!

Reza Gladys Cuan Rp6,7 Miliar dari Medsos, Nikita Mirzani Minta Dirjen Pajak Turun Tangan!

Gaya Hidup | inews | Rabu, 29 April 2026 - 15:49
share

JAKARTA, iNews.id – Perseteruan hukum antara Nikita Mirzani dan dokter kecantikan Reza Gladys kembali memanas. Kali ini, sorotan tertuju pada penghasilan fantastis Reza yang disebut mencapai Rp6,7 miliar.

Dalam sidang gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026), kuasa hukum Nikita Mirzani, Usman Lawara, secara terbuka meminta keterlibatan lembaga negara untuk mengaudit kebenaran angka tersebut.

"Saya baru dengar ada karyawan yang bisa dapat penghasilan sebesar itu. Kami minta Dirjen Pajak turun untuk mengaudit, apakah benar sudah dilaporkan atau belum," ujar Usman usai persidangan.

Tak berhenti di situ, pihaknya juga mendorong agar aliran dana terkait penghasilan tersebut ditelusuri lebih dalam oleh lembaga berwenang. Baginya, kalau memang ada hal yang tidak wajar,  PPATK diharapkan ikut menelusuri aliran dananya.

Permintaan ini sontak menambah panas jalannya perkara yang sebelumnya sudah dipenuhi saling bantah antara kedua kubu. Angka miliaran rupiah yang mencuat di ruang sidang kini tak lagi sekadar isu personal, tetapi berpotensi menyeret perhatian institusi negara.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Reza Gladys, Surya Batubara, langsung memberikan bantahan tegas. Ia menilai narasi yang berkembang telah keliru sejak awal, terutama terkait penyebutan angka Rp6,7 miliar sebagai 'gaji'.

"Kami tidak pernah membuktikan bahwa itu adalah gaji. Yang benar, itu adalah penghasilan dari TikTok dan Shopee, hasil dari aktivitas digital, bukan gaji sebagai karyawan," jelas Surya.

Menurut dia, kesalahpahaman ini muncul karena kurangnya pemahaman terhadap model bisnis di era digital, di mana seseorang bisa memperoleh pendapatan besar dari berbagai platform.

"Zaman sekarang ini zaman teknologi. Jangan sampai masyarakat dibentuk opini seakan-akan itu gaji, padahal bukan," tambahnya.

Selain isu penghasilan, sidang juga diwarnai perdebatan terkait berbagai bukti lain yang diajukan kedua pihak. Mulai dari data penjualan produk hingga kredibilitas saksi, semuanya menjadi bagian dari strategi masing-masing kubu dalam mempertahankan argumen di hadapan majelis hakim.

Kasus ini pun terus menyita perhatian publik. Bukan hanya karena melibatkan dua figur yang dikenal luas, tetapi juga karena membuka diskusi baru soal transparansi penghasilan di era digital.

Angka Rp6,7 miliar yang sempat menghebohkan kini berubah menjadi bola panas di ruang sidang, bukan sekadar soal besar kecilnya nominal, tetapi juga soal bagaimana uang itu diperoleh, dilaporkan, dan dipertanggungjawabkan. Dengan permintaan audit pajak dan penelusuran aliran dana yang kini mencuat, sidang berikutnya diprediksi akan semakin panas dan penuh kejutan.

Topik Menarik