Sering Nonton Video Pendek? Ini Dampaknya pada Otak dan Konsentrasi
Sejak maraknya berbagai konten video di media sosial, kini masyarakat lebih sering mengonsumsi video pendek. Namun ternyata, dampak dari konten video pendek tidak bisa dianggap sepele.
Hal ini dibahas oleh dokter sekaligus influencer kesehatan Adam Prabata lewat cuitannya di media sosial X. Dalam unggahannya, dr. Adam mengaku awalnya menganggap menonton short video di ponsel hanya sebagai hiburan pengisi waktu luang.
Namun setelah membaca sebuah jurnal penelitian, ia menyebut kebiasaan tersebut justru bisa berdampak pada fungsi otak. Penelitian yang ia bahas dilakukan di Tiongkok terhadap 48 responden.
Baca Juga : Waspada Pengaruh Buruk Gadget pada Anak, Bisa Hambat Perkembangan si Kecil
Studi tersebut meneliti kebiasaan menonton video pendek dan mengaitkannya dengan fungsi atensi dan kontrol diri, termasuk melalui pemeriksaan EEG.“Hasilnya cukup bikin kaget,” tulis Adam.
Ia menjelaskan, semakin sering seseorang menonton video pendek, kemampuan otak untuk mengontrol diri cenderung menurun. Selain itu, fungsi eksekutif otak, terutama yang berkaitan dengan perhatian (atensi) juga ikut terdampak.
Menurutnya, karakter video pendek yang cepat dan singkat cenderung membuat otak terbiasa dengan stimulasi tinggi. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa membuat seseorang kesulitan mempertahankan fokus dalam waktu lama.
“Semakin tinggi tingkat kecanduan nonton short video di smartphone, berasosiasi dengan semakin rendah self-control,” tulisnya.
Cuitan tersebut pun langsung ramai mendapat respons dari warganet yang merasa mengalami hal serupa. Mereka menyadari bahwa mulai merasakan dampak dari seringnya menonton video pendek.Ada yang mengaku kini malas menonton video berdurasi panjang, dan ada pula yang merasa gampang bosan ketika membaca buku berjam-jam.
“Jujur, memang sedikit kurangnya ngaruh, mau nonton video panjang jadi males duluan,” tulis akun @UTDF***.
“Dulu baca buku bisa berjam-jam. Sekarang setengah jam tanpa bosan saja sudah alhamdulillah,” tulis akun @BanyuSa****.
Fenomena ini pun memunculkan istilah short attention span yang tengah marak di era digital. Meski begitu, beberapa warganet juga mulai mencari cara untuk mengatasinya, seperti kembali melatih fokus dengan membaca buku atau menggunakan teknik manajemen waktu seperti metode Pomodoro.
"Saya termasuk yg kena imbas Short Attention Span ini gara2 suka liat short video. Dulu baca buku betah berjam-jam. Sekarang baca buku setengah jam tanpa ngerasa bosen aja udah alhamdulillah. Skrg lg ngelatih buat balikin kebiasaan baca buku pake teknik Pomodoro," tulis akun X @BanyuSa***.










