Purbaya Tunjuk Plh Gantikan 2 Dirjen Kemenkeu yang Dicopot, Siapa Saja?

Purbaya Tunjuk Plh Gantikan 2 Dirjen Kemenkeu yang Dicopot, Siapa Saja?

Terkini | inews | Jum'at, 24 April 2026 - 23:34
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menunjuk pelaksana harian (plh) untuk mengisi dua posisi direktur jenderal (dirjen) di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Keduanya yakni Sudarto dan Ferry Ardianto.

Sudarto yang menjabat Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara di Kemenkeu ditunjuk sebagai Plh Dirjen Anggaran menggantikan Luky Alfirman. Kemudian, Ferry Ardianto yang menjabat Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi ditunjuk menjadi Plh Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal menggantikan Febrio Nathan Kacaribu. Keduanya, mulai aktif bekerja sejak 21 April 2026.

"Pak Darto PhD. Dia lama di (bagian) anggaran. Pak Ferry itu di Jepang ambil gelar Master-nya, Doktor-nya di Colorado Economics. Jadi itu orang-orang kuat di Departemen Keuangan. Emang saatnya dinaikkan. Sudah cukup lama di sini (Kemenkeu)," kata Purbaya di Gedung BPPK, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Dia mengatakan isu miring soal ketahanan fiskal di beberapa waktu lalu mulai dari sisa anggaran yang hanya cukup sekian waktu diyakini muncul dari internal Kemenkeu. Keputusan mencopot Febrio dan Luky tidak terlepas dari isu tersebut, meski tak beririsan langsung.

"Iya dan tidak (terkait antara isu miring Kemenkeu dan pencopotan dua dirjen). Iya ada sedikit tapi tidak itu aja (penyebab pencopotan). Ada yang lain-lain," kata Purbaya.

"Tapi yang jelas selalu ada berita dari sini, dari Kementerian Keuangan berita keluar. Yang pertama katanya uangnya cuma 3 minggu habis. Terus sekarang keluar lagi tinggal 120 (triliun)," imbuhnya.

Dia juga mengatakan isu keterbatasan dirinya dalam kecapakan bahasa asing diumbar pihak tertentu dari internal Kemenkeu. Seturut itu, dia mengaku diisukan bakal menghalangi arus investasi di dalam negeri.

"Informasi yang keluar bahwa Menteri Keuangannya tertutup nggak bisa bahasa Inggris dan kalau bisa jangan dibawa ketemu investor karena dia akan mengacaukan. Itu dari internal (Kemenkeu)," kata Purbaya.

Topik Menarik