LPOI Gaungkan Solusi Spiritual saat Dialog Perdamaian di Jepang

LPOI Gaungkan Solusi Spiritual saat Dialog Perdamaian di Jepang

Terkini | inews | Jum'at, 24 April 2026 - 06:53
share

JAKARTA, iNews.id - Dunia menghadapi tantangan baru akibat kemajuan teknologi dan meningkatnya ketegangan geopolitik yang berpotensi memicu krisis global hingga ancaman perang besar. Kondisi ini dinilai membutuhkan pendekatan baru yang mengandalkan kekuatan spiritual dan kemanusiaan.

Menjawab hal tersebut, Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) bersama mitra dari Jepang menggelar dialog perdamaian di Kyoto pada 20 April 2026. Forum ini mengusung konsep Spiritual and Natural Lifestyle sebagai solusi alternatif untuk menjaga keseimbangan peradaban dan mencegah konflik global.

Selain itu, pihaknya juga melaksanakan Penandatanganan Kerjasama dengan Tenma Hospital Group untuk Pengembangan Rumah Sakit, Riset dan Pengembangan Stem Cell serta Pelayanan Kesehatan Berbasis Pendekatan Spiritual & Natural Medicine.

“Dunia tengah memasuki babak baru dengan berbagai kemajuan, dinamika dan kompleksitasnya. Kompetisi global dan konflik kepentingan antar blok peradaban yang semakin ketat dan telah memicu peperangan serta telah merugikan masa depan kemanusiaan dan perdamaian,” ucap Ketua Umum LPOI Prof Dr. KH. Said Aqil Siroj dalam keterangan persnya, Jumat (24/4/2026).

“Oleh karenanya dibutuhkan rekalibrasi spiritual untuk mewujudkan tatanan dunia yang lebih baik,” sambung dia.

Dibutuhkan sebuah pendekatan baru yang mampu menyelaraskan kembali, memperbaiki orientasi, nilai-nilai dan tatanan yang telah ada menjadi tatanan dunia yang lebih baik. 

LPOI menawarkan solusi global berbasis pendekatan “Spiritual and Natural Lifestyle” kembali Ke spiritualitas dan kembali ke alam sebagai pilar utama penyangga kemanusiaan dan perdamaian.

“Dengan kembali ke spiritualitas, manusia akan menjadi sadar, bahwa semua manusia adalah saudara yang mendapat tugas yang sama dari Tuhan, untuk memakmurkan dunia dan menjaganya dengan damai,” kata dia.

“Dan dengan kembali ke alam, manusia akan menjadi sadar betapa pentingnya melestarikan bumi dan jagat raya sebagai rumah Bersama umat manusia,” sambung Said Aqil.

Kaum agamawan dari semua agama tidak boleh tinggal diam. Kini saatnya bergerak dan tidak boleh terlambat untuk menata kembali dunia yang tengah di ambang perpecahan.

Masih dalam penjelasannya, Kyai Said Aqil yang juga Ketua Umum Madjlis Islam A’la Indonesia (MIAI) menyampaikan; Bangsa Indonesia Wajib dan harus senantiasa hadir, secara aktif dan cerdas dengan penuh keberanian dan dengan langkah-langkah yang strategis, untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan dinamika global. 

Hal ini selaras dengan komitmen bangsa Indonesia dan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Hal tersebut juga selaras dengan misi manusia diciptakan Allah SWT, agar menjadi rahmat bagi semesta alam.

Dalam Kesempatan yang sama Gus Imam Pituduh Sekretaris Jenderal Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menjelaskan bahwa pendekatan “Spiritual and Natural Lifestyle” selain sebagai solusi atas krisis global, keberadaannya diharapkan mampu menjadi jembatan penghubung bagi semangat persaudaraan sebagai sesama manusia, yang selama ini telah terkotak kotak dalam berbagai bentuk perbedaan dan konflik kepentingan.

Topik Menarik