Cara Membaca Label Nutri-Level Minuman, Begini Penjelasan Menkes
JAKARTA, iNews.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan cara membaca label Nutri-Level pada produk minuman siap saji. Edukasi ini disampaikan menyusul diterbitkannya aturan baru terkait pencantuman label gizi dan pesan kesehatan.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 tentang pencantuman label gizi dan pesan kesehatan pada pangan siap saji yang dirilis pada Selasa (14/4/2026).
Melalui unggahan video, Menkes memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya memahami kandungan gula dalam minuman. Dia menilai label Nutri-Level menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran konsumen saat memilih produk.
“Penting banget kan untuk pasang label Nutri-Level di setiap minuman siap saji biar kalian sebagai pembeli itu tersindir dan tersadar,” tulis Budi dalam unggahannya.
Dalam video tersebut, dia juga menampilkan simulasi kandungan gula pada minuman yang tengah populer, seperti matcha. Hasilnya cukup mengejutkan karena kadar gula dalam satu gelas minuman manis bisa sangat tinggi.
Penyebab Awal Tasyi Athasyia Ribut dengan Keluarga di Lebaran 2026 Akhirnya Terungkap, Ini Faktanya!
“Saya tidak menyangka bahwa satu gelas Matcha yang rasanya manis banget ini isinya adalah tiga sampai empat sendok makan gula atau setara 50 gram,” ujar Budi.
Dia kemudian menjelaskan ada empat tingkatan dalam label Nutri-Level yang bisa dijadikan panduan sederhana bagi masyarakat.
Level A merupakan kategori paling sehat karena tidak mengandung pemanis tambahan. Contohnya adalah kopi hitam atau americano tanpa gula.
Level B mencakup minuman dengan tambahan gula alami dalam jumlah tertentu, seperti es teh manis standar yang umum dikonsumsi.
Sementara itu, Level C dan D menjadi perhatian khusus. Dalam kategori ini, minuman mengandung pemanis buatan, baik terasa manis maupun tidak.
“Itu tidak saya rekomendasikan setiap hari!,” kata Menkes Budi.
Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap masyarakat semakin bijak dalam memilih minuman. Pemahaman terhadap label Nutri-Level diharapkan mampu menekan konsumsi gula berlebih yang berisiko bagi kesehatan.










