Dari Kartini untuk Bumi, BRI Berdayakan Perempuan lewat Urban Farming BRInita

Dari Kartini untuk Bumi, BRI Berdayakan Perempuan lewat Urban Farming BRInita

Nasional | inews | Kamis, 23 April 2026 - 11:22
share

JAKARTA, iNews.id - Perempuan memiliki kontribusi besar dalam berbagai lini kehidupan, mulai dari ranah keluarga hingga peran aktif dalam menggerakkan perekonomian. Di era modern, perempuan hadir sebagai mitra setara yang berperan aktif dalam membangun keluarga, memperkuat masyarakat, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

BRI melalui aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli mengambil peran dalam mendukung partisipasi perempuan melalui berbagai program pemberdayaan yang secara nyata mampu meningkatkan kesejahteraan perempuan Indonesia. Salah satunya melalui penyelenggaraan Program BRInita (BRI Bertani di Kota).

Dalam program ini, BRI Peduli secara khusus menyalurkan bantuan urban farming berupa pembangunan fisik seperti rumah tanaman atau greenhouse yang dapat diaplikasikan dalam tiga model urban farming seperti metode vertikultur, metode hidroponik, dan metode wall gardening.

Metode vertikultur merupakan budidaya menanam secara vertikal menggunakan paralon atau botol secara bertingkat di ruang yang sempit. Adapun metode hidroponik merupakan budidaya menanam dengan menggunakan air tanpa tanah, serta memperhatikan unsur hara. Sementara itu, metode wall gardening merupakan metode vertikultur, namun menggunakan dinding sebagai media tanam.

Ketiga model urban farming tersebut dapat menjadi wadah bagi tanaman hortikultura yang bernilai ekonomi seperti sayur-sayuran, buah-buahan, bunga, serta tanaman obat keluarga.

Tidak hanya itu, BRI Peduli juga melakukan pembinaan bagi anggota kelompok berupa pelatihan pengelolaan urban farming dengan menggandeng tenaga ahli/instansi terkait serta melakukan monitoring kegiatan dan pengembangan hasil sehingga mampu menambah nilai ekonomi.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan, BRInita merupakan sebuah inisiatif yang berfokus pada pengelolaan kebun di perkotaan yang bertujuan mendorong peran aktif masyarakat, khususnya perempuan, dalam penguatan ketahanan pangan keluarga dan komunitas melalui pendampingan pemanfaatan lahan terbatas, pengembangan budidaya pangan produktif, serta pengelolaan hasil panen bernilai tambah.

Lebih dari itu, program ini merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian BRI yang tidak hanya mendorong perempuan untuk lebih aktif, produktif, dan inovatif melalui kegiatan urban farming, tetapi juga mendukung kelestarian dan keseimbangan ekosistem lingkungan, khususnya lingkungan yang padat penduduk.

Program ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan) dan Tujuan 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta mendukung Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat pembangunan manusia dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sejak diluncurkan pada 2022, program BRInita telah memberdayakan 40 kelompok di 40 titik ruang terbuka hijau di berbagai wilayah di Indonesia dan melibatkan 1.351 jiwa. Program ini secara nyata berkontribusi sebesar 47 persen dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya bagi perempuan yang terlibat dalam program BRInita.

Selain itu, program ini juga telah berkontribusi bagi lingkungan dengan menghasilkan 25.828 tanaman sayuran, 12.120 liter pupuk organik cair, 2.315 liter eco enzyme, 70 produk olahan pupuk, 100 kg maggot BSF, dan 645,7 kg CO2-eq yang berkontribusi bagi efisiensi emisi gas rumah kaca dari penanaman sayuran hidroponik.

“Ini menjadi wadah positif, terutama beberapa pelatihan dan program pemberdayaan di dalamnya yang diharapkan dapat mendorong kesejahteraan kaum perempuan,” ujarnya.

Dhanny juga menambahkan, Program BRInita menjadi wujud nyata semangat pemberdayaan perempuan di era modern, sejalan dengan nilai perjuangan R.A Kartini. Melalui pemanfaatan lahan terbatas menjadi ruang produktif, program ini tidak hanya mendorong swasembada ekonomi dan ketahanan pangan, tetapi juga membuka ruang bagi perempuan untuk berkembang, berdaya, dan menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.

Topik Menarik