Pramono Hadiri Renungan Suci Gema Sadhana di Monas, Ingatkan Jaga Perdamaian

Pramono Hadiri Renungan Suci Gema Sadhana di Monas, Ingatkan Jaga Perdamaian

Terkini | inews | Sabtu, 18 April 2026 - 22:29
share

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri acara Malam Renungan Suci untuk Kedamaian Dunia yang diselenggarakan oganisasi sayap Partai Gerindra, Gema Sadhana di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (18/4/2026) malam. Dia mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menjaga dan memperjuangkan perdamaian.

Pramono mengapresiasi Gema Sadhana atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan ini sebagai ruang kebersamaan lintas iman, menghadirkan refleksi doa, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan di tengah dunia yang penuh tantangan. 

"Dalam bahasa beliau tadi, Pak Kobalen (Ketua Umum Gema Sadhana) menyampaikan, dunia sedang tidak baik-baik saja," kata Pramono mengawali sambutannya.

Momentum ini, kata Pramono, mengingatkan kedamaian sejatinya tidak selalu hadir atau lahir dari ruang-ruang yang besar seperti forum internasional, tetapi justru dimulai dari dalam diri setiap manusia, dari sikap saling menghormati, kemampuan menerima perbedaan, serta komitmen untuk hidup berdampingan dalam keberagaman.

"Malam ini kita menunjukkan kepada dunia, yang oleh Pak Kobalen disampaikan sedang tidak baik-baik saja, bahwa Indonesia adalah rumah bagi nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan perdamaian," katanya.

Dari Jakarta, Pramowo ingin mengirimkan pesan moral bahwa perdamaian, kedamaian, adalah tanggung jawab yang harus terus dijaga dan diperjuangkan.

Sebagai kota global, kata Pramono, Jakarta memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan merawat harmoni di tengah keberagaman. "Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memperkuat persatuan serta mendukung berbagai kegiatan lintas agama, budaya, sebagai wujud nyata kebersamaan itu."

"Saya meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh spiritual menjadi kunci dalam membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan beradab," paparnya.

Pramono juga secara khusus mengajak seluruh masyarakat tidak berhenti pada seremonial, tetapi menjadikan nilai-nilai yang direnungkan pada agenda malam ini sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari untuk menebarkan nilai kemanusiaan, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kedamaian.

"Jadikan malam ini sebagai titik awal untuk memperkuat komitmen kita bersama. Dari Jakarta, kita kirimkan pesan damai untuk dunia. Semoga doa-doa yang kita panjatkan menjadi kebaikan serta membawa berkah bagi umat manusia," pungkasnya.

Topik Menarik