Keluarga Retak, Clara Shinta Ungkap Pengorbanan Suami Jadi Mualaf demi Menikahinya
JAKARTA, iNews.id - Selebgram Clara Shinta menyoroti sisi lain dari badai rumah tangganya yang tengah menjadi sorotan publik. Di tengah dugaan skandal video call seksual (VCS) sang suami, Muhammad Alexander Assad, Clara justru mengingat perjuangan besar suaminya yang rela menjadi mualaf demi menikahinya.
Clara mengaku masih berupaya mengendalikan emosinya meski mentalnya terguncang. Dia berusaha tetap kuat dengan bekal pengetahuan psikologi yang pernah dipelajarinya.
"Karena saya memang ada pernah belajar tentang psikolog, saya itu bisa berupaya menenangkan diri saya sejauh ini. Tapi kayaknya kadang-kadang kalau udah malam gitu mulai ke-trigger gitu loh kayak aduh ingat lagi itu kayaknya saya hampir mau ke sana ini kayaknya nih gitu," ujar Clara Shinta di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (16/4/2026).
Dia mengakui, rasa terpukul itu datang secara tiba-tiba, terutama saat malam hari. Meski begitu, dia masih mampu menahan diri agar tidak larut dalam emosi.
"Tapi belum sih, so far masih bisa menenangkan diri sendiri tapi mental tuh guncang banget pastinya," ucapnya.
Clara menegaskan, kekecewaannya bukan semata karena rasa cemburu. Ada hal yang jauh lebih dalam, yaitu pengorbanan besar sang suami yang kini terasa sia-sia.
Menurut Clara, keputusan sang suami untuk menjadi mualaf dan mempelajari Islam merupakan bentuk keseriusan dalam membangun rumah tangga. Perjuangan itu menjadi salah satu alasan kuat dia merasa sangat terpukul dengan kondisi saat ini.
"Iya, pertama tuh setelah mengetahui kejadian itu tuh yang saya rasakan itu cemburu tuh enggak terlalu besar, cuma menyayangkan waduh ini sudah banyak banget effort kan menuju ke rumah tangga itu sudah sangat banyak sekali effort," kata Clara.
Dia mengenang proses panjang yang dilalui sebelum akhirnya menikah pada Agustus 2025. Tidak hanya soal keyakinan, tetapi juga persiapan pernikahan yang dilakukan secara matang dan melibatkan kedua keluarga besar.
"Kayak beliau mualaf, beliau belajar tentang agama Islam, terus juga pernikahannya mewah, terus juga dihadiri dengan kedua keluarga yang pada saat pernikahan sebelumnya beliau dan saya itu tuh tidak sekomplet ini karena memang ya adalah problem internal keluarga," ucapnya.
Bagi Clara, semua usaha tersebut seharusnya menjadi fondasi kuat dalam rumah tangga. Namun kini, semuanya terasa berada di ujung tanduk hanya karena kehadiran orang ketiga.
Dia mengaku sangat menyayangkan situasi yang terjadi. Harapan besar yang dibangun bersama kini terancam runtuh dalam waktu singkat.
"Menyayangkan aja sih bisa bisa apa ya jadi kayak retak hanya karena adanya perempuan lain gitu," kata Clara.
Kisah ini pun menjadi sorotan karena memperlihatkan sisi emosional seorang istri yang tidak hanya terluka karena dugaan perselingkuhan, tetapi juga karena melihat perjuangan besar pasangan yang berubah keyakinan kini dipertaruhkan.










