Jaga Imunitas Jadi Kunci Sehat Jalani Ramadhan di Wilayah Pascabencana, Ini Penjelasannya
ACEH TAMIANG, iNews.id - Menjalani ibadah Ramadhan di wilayah pascabencana tentu tidak mudah. Selain harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih, masyarakat juga menghadapi tantangan kesehatan yang dapat memengaruhi daya tahan tubuh.
Beberapa waktu lalu, banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang dan menyebabkan ribuan rumah warga terdampak. Aktivitas masyarakat sempat terganggu, sementara sebagian warga masih menjalani masa pemulihan saat Ramadhan.
Kondisi pascabencana seperti genangan air, sanitasi yang belum optimal, serta perubahan pola makan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Penyakit infeksi seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gangguan pencernaan, hingga penyakit kulit kerap muncul pada situasi seperti ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, dr Mustakim, M.Kes, Sp.DLP, mengatakan, menjaga daya tahan tubuh menjadi salah satu hal penting bagi masyarakat yang menjalani puasa di tengah kondisi pascabencana.
"Dalam situasi pemulihan seperti ini, masyarakat perlu menjaga asupan makanan bergizi, memperhatikan kebersihan lingkungan, serta memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik saat sahur dan berbuka," ujarnya, belum lama ini.
Ia menjelaskan, kebutuhan gizi yang cukup sangat berperan dalam membantu tubuh melawan infeksi yang berpotensi muncul setelah bencana. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral.
Selain itu, menjaga pola istirahat dan menghindari aktivitas fisik yang terlalu berat pada siang hari juga penting dilakukan agar tubuh tidak mudah mengalami kelelahan selama menjalankan ibadah puasa.
Jaga Kesehatan Melalui Makanan Bergizi dan Suplemen
Upaya menjaga kesehatan masyarakat di wilayah terdampak juga, kata dr Mustakim, dilakukan melalui berbagai kegiatan sosial yang melibatkan sejumlah pihak, salah satunya penyediaan dapur umum dan pembagian makanan berbuka bagi warga yang masih berada dalam masa pemulihan.
Rekor! Angka Kematian DBD di Indonesia Turun ke 0,4 Persen, Target Nol Kematian 2030 Kian Nyata
Di sisi lain, General Manager Consumer Health Dexa PT Dexa Medica, Andy Mitra Gunadi, mengatakan dukungan pangan dan kesehatan diharapkan dapat membantu masyarakat tetap menjaga kondisi tubuh selama menjalani Ramadhan.
“Ramadhan menjadi momentum untuk saling membantu, terutama bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan setelah bencana. Dukungan pangan dan kesehatan diharapkan dapat membantu mereka menjalani ibadah puasa dengan kondisi tubuh yang tetap terjaga,” kata Andy.
Selain bantuan pangan, masyarakat juga mendapatkan dukungan produk kesehatan herbal, salah satunya Stimuno yang ditujukan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh selama menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kondisi pemulihan.
Menurut dr Mustakim, kolaborasi berbagai pihak dalam memberikan dukungan kesehatan dan pangan dapat membantu masyarakat menghadapi masa pemulihan dengan lebih baik.
"Momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial. Dukungan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar sangat membantu masyarakat agar tetap kuat menjalani aktivitas sekaligus menjaga kesehatan," ujar dr Mustakim.










