PSSI Gandeng Prancis, Timnas Putri Indonesia Dikirim ke Clairefontaine

PSSI Gandeng Prancis, Timnas Putri Indonesia Dikirim ke Clairefontaine

Olahraga | inews | Rabu, 15 April 2026 - 21:30
share

JAKARTA, iNews.id – PSSI dan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) resmi berkolaborasi mempercepat pengembangan sepak bola putri Indonesia, termasuk mengirim 20 pemain muda ke akademi elite Clairefontaine.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sepak bola putri nasional melalui pendekatan terstruktur dan berbasis pengalaman internasional. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah Indonesia dan Prancis.

Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, menyampaikan kerja sama ini menjadi prioritas kedua negara dalam memperkuat hubungan bilateral, khususnya di bidang olahraga.

"Presiden Prabowo kemarin berada di Paris untuk bertemu dengan Presiden Emmanuel Macron, dan mereka telah memutuskan tahun lalu di Bogor untuk memperkuat kerja sama di bidang olahraga. Tentu saja, ketika kita berbicara tentang olahraga, sepak bola adalah prioritas utama," ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (15/4/2026).

Fabien menegaskan fokus utama kerja sama ini adalah pengembangan pemain muda, terutama sepak bola putri. Program ini dirancang untuk mendukung pembinaan, pelatihan, hingga identifikasi talenta potensial.

"Ini merupakan prioritas bagi Prancis, kesetaraan dalam olahraga, terutama kesetaraan dalam sepak bola. Oleh karena itu, kami sangat senang bekerja sama dengan Indonesia karena kami memiliki tujuan yang sama persis," tuturnya.


20 Pemain Putri Indonesia Dikirim ke Prancis

Sebagai bagian dari program ini, sebanyak 20 pemain Timnas Putri Indonesia U-17 bersama lima pelatih akan mengikuti pelatihan imersif di INF Clairefontaine, Prancis, pada 3-9 Mei 2026.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis, pemahaman taktik, serta kekuatan mental para pemain melalui metode pelatihan yang digunakan oleh FFF.

Anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani, menjelaskan durasi program berlangsung selama kurang lebih satu minggu dengan intensitas latihan tinggi.

"Satu minggu kurang lebih mereka di sana. Mereka akan berlatih enam kali dan uji coba satu kali," katanya.

Selain pengiriman pemain ke luar negeri, kolaborasi ini juga mencakup pengembangan di dalam negeri. Sebanyak 400 pemain putri usia 7-12 tahun mengikuti Coaching Clinic - Grassroots Festival di Bandung pada 11-12 April 2026.

Program ini juga melibatkan 60 pelatih yang mendapatkan peningkatan kapasitas kepelatihan untuk memperkuat fondasi pembinaan usia dini.

Tidak hanya fokus pada pemain, pengembangan kepemimpinan juga menjadi perhatian. Garuda Academy Executive Programme: Women’s Football & Sports Management Workshop digelar pada 14 April 2026 dengan melibatkan 35 peserta perempuan dari berbagai latar belakang sepak bola dan futsal.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyambut positif kerja sama ini sebagai bagian dari diplomasi olahraga antara Indonesia dan Prancis.

"Prancis ingin mendorong yang namanya diplomasi olahraga, ini sangat bagus untuk fondasi hubungan kemasyarakatan. Di dalam diplomasi olahraga ada pesan-pesan khusus, misalnya kesetaraan gender, kesempatan perempuan untuk sama dengan yang pria untuk diberi kesempatan," ujarnya.

Dia menilai kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi, tetapi juga mempererat hubungan antarnegara melalui olahraga yang langsung menyentuh masyarakat luas.

"Di dalam diplomasi olahraga juga itu langsung menyentuh masyarakat secara menyeluruh," katanya.

Kolaborasi PSSI dan FFF ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun masa depan sepak bola putri Indonesia dengan pendekatan modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Topik Menarik