Kisah Pebulu Tangkis Cantik Ester Nurumi, Bangkit dari Cedera Parah hingga Berhasil Bersinar Kembali

Kisah Pebulu Tangkis Cantik Ester Nurumi, Bangkit dari Cedera Parah hingga Berhasil Bersinar Kembali

Olahraga | okezone | Rabu, 15 April 2026 - 20:58
share

KISAH pebulu tangkis cantik Ester Nurumi Tri Wardoyo yang mampu bangkit dari cedera parah hingga berhasil bersinar kembali menarik untuk dibahas. Momen itu tepatnya terjadi di awal 2026 ini, tepatnya di ajang Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026.

Arena Qingdao Conson Gymnasium, China, menjadi saksi bisu kembalinya salah satu talenta terbaik tunggal putri Indonesia, Ester Nurumi Tri Wardoyo. Meski tim putri Indonesia harus puas dengan raihan medali perunggu setelah dihentikan Korea Selatan dengan skor 1-3 di semifinal BAC 2026, kehadiran Ester memberikan warna tersendiri bagi skuad Merah-Putih.

Bagi Ester, medali perunggu ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar prestasi beregu. Kejuaraan ini merupakan panggung perdana baginya setelah hampir setahun menepi akibat cedera retak tulang kering kanan yang dialaminya di Taiwan Open, Mei 2025.

Proses panjang rehabilitasi dan perjuangan melawan trauma fisik akhirnya terbayar lunas saat ia kembali mengenakan jersei kebanggaan nasional.

1. Melewati Badai Cedera

Kembalinya adik kandung Chico Aura Dwi Wardoyo ini ke pelatnas bukanlah sebuah kebetulan. Ia harus melewati protokol medis dan tes fisik yang sangat ketat guna memastikan kakinya siap meredam kerasnya intensitas pertandingan level Asia. Baginya, pemulihan fisik hanyalah separuh dari perjuangan, sementara separuh lainnya adalah membangun kembali kepercayaan diri.

Ester Nurumi Tri Wardoyo. PBSI

Ester tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya saat kembali dipercaya masuk ke dalam tim beregu. Meski sempat merasakan ketegangan yang luar biasa, ia berhasil mengubah rasa gugup tersebut menjadi energi positif di lapangan.

“Puji Tuhan, dipercayai main dan dikasih kesempatan main untuk pertandingan beregu ini. Yang pasti saya senang bisa kembali lagi di turnamen ini, tidak gampang juga sampai di detik ini dari saya pemulihan dan persiapannya juga,” ujar Ester melalui keterangan resmi PBSI.

 

2. Antiklimaks di Semifinal

Langkah tim putri Indonesia di semifinal sebenarnya penuh perjuangan. Setelah Thalita Ramadhani Wiryawan dan ganda Rachel/Febi menelan kekalahan, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi sempat menghidupkan asa lewat kemenangan gemilang atas Park Ga Eun.

Sayangnya, ganda senior Siti Fadia/Amallia Cahaya Pratiwi harus menyerah dalam drama gim yang sangat ketat.

Kekalahan di partai keempat tersebut membuat Ester, yang sedianya turun sebagai tunggal ketiga di partai penentu, tidak sempat bertanding. Meskipun tidak bisa menyumbangkan poin secara langsung di laga semifinal, kontribusi Ester di babak-babak sebelumnya telah membuktikan bahwa mentalitasnya tetap tangguh.

Ester Nurumi. PBSI

“Saya hanya mau menunjukkan yang terbaik untuk tim dan buat masyarakat Indonesia,” tegas pemain yang dikenal memiliki semangat pantang menyerah tersebut.

Kini, dengan medali perunggu di leher dan tulang kering yang telah pulih, Ester Nurumi siap menatap kalender turnamen individu 2026. Keberhasilannya kembali dari "cedera horor" menjadi pesan kuat bahwa sektor tunggal putri Indonesia kini memiliki tambahan amunisi yang lebih kuat secara mental.

Topik Menarik