Pakistan, Turki Berusaha Cegah Perang Lanjutan Iran Vs Israel-AS: Pintu Belum Tertutup!

Pakistan, Turki Berusaha Cegah Perang Lanjutan Iran Vs Israel-AS: Pintu Belum Tertutup!

Terkini | inews | Selasa, 14 April 2026 - 18:54
share

ISLAMABAD, iNews.id - Pakistan bersama Turki dan sejumlah negara Arab berupaya mencegah pecahnya perang lanjutan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Upaya diplomatik intensif masih berlangsung, para pihak menegaskan peluang perdamaian belum sepenuhnya tertutup.

Sumber pejabat Arab menyebutkan, situasi saat ini belum menemui jalan buntu, peluang damai masih terbuka. 

“Kita tidak berada dalam kebuntuan total. Pintu belum tertutup. Kedua pihak masih bernegosiasi. Ini seperti pasar,” ujar pejabat itu, seraya menambahkan komunikasi atau tawar menawar masih berjalan, kepada portal berita AS Axios, dikutip Selasa (14/4/2026).

Upaya ini semakin diperkuat dengan rencana pertemuan lanjutan antara perwakilan Pakistan, Mesir, dan Turki dengan delegasi AS dan Iran dalam beberapa hari ke depan. Pertemuan tersebut bertujuan menjembatani kesenjangan yang masih tersisa demi mencapai kesepakatan dan menghindari eskalasi konflik lebih jauh.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan, negaranya bekerja keras untuk kembali mempertemukan AS dan Iran setelah perundingan sebelumnya belum membuahkan hasil signifikan. Dia menegaskan, proses yang berlangsung di Islamabad merupakan momen penting dalam sejarah diplomasi kedua negara.

“Perundingan Islamabad merupakan momen bersejarah tersendiri,” kata Sharif, dalam rapat kabinet, Senin (13/4/2026).

Menurut dia, Pakistan saat ini fokus merampungkan isu-isu krusial yang belum disepakati kedua pihak. Namun, waktu yang tersedia cukup terbatas karena hanya berlangsung selama masa gencatan senjata dua pekan yang akan segera berakhir.

“Semua upaya sedang dilakukan untuk menyelesaikan beberapa masalah yang tertunda,” ujarnya.

Gencatan senjata selama 2 minggu tercapai berkat kerja sama diplomatik antara Pakistan, Turki, Arab Saudi, dan Mesir, setelah konflik pecah pada 28 Februari lalu. Kesepakatan sementara ini menjadi celah penting bagi upaya perdamaian yang lebih permanen.

Kendati demikian, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menilai suasana perundingan tetap positif. Ia melihat kondisi ini sebagai sinyal bahwa dialog lanjutan masih sangat mungkin terjadi.

“Saya tidak ingin berspekulasi, tapi ada peluang,” katanya.

Topik Menarik