Hujan Badai Terjang Sukabumi, Jalur KA Sempat Lumpuh Tertutup Pohon Tumbang
SUKABUMI, iNews.id – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memicu sederet bencana pohon tumbang, Senin (13/4/2026). Di Kampung Ranji, pohon setinggi delapan meter roboh dan melintang tepat di atas rel kereta api.
Akibat kejadian itu, operasional transportasi massal dan arus lalu lintas kendaraan bermotor di kawasan Kebonpedes sempat lumpuh total.
Berdasarkan rekaman amatir warga, pohon berukuran besar tersebut menutup akses rel kereta api relasi Sukabumi–Cipatat. Batang pohon yang melintang membuat masinis harus menghentikan perjalanan KA Siliwangi demi keamanan penumpang.
Pihak terkait melaporkan adanya keterlambatan jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api akibat proses evakuasi batang pohon yang memakan waktu. Petugas gabungan harus bekerja ekstra cepat memotong dahan pohon agar jalur perlintasan besi tersebut kembali steril.
Tak hanya di perlintasan rel, titik pohon tumbang lainnya juga dilaporkan terjadi di Jalan Bojonggaling, Kebonpedes. Sebuah pohon randu raksasa roboh dan menutup akses jalan raya dari kedua arah.
"Pohon randu berukuran besar roboh menutup akses kendaraan. Arus lalu lintas sempat tidak bisa dilalui sama sekali karena posisi pohon yang melintang di tengah jalan," ujar Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani, Senin (13/4/2026).
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, bersama warga sekitar langsung bahu-membahu mengevakuasi material pohon menggunakan gergaji mesin. Setelah beberapa jam, akses jalan perlahan mulai bisa dilalui kembali oleh kendaraan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya ada tiga kecamatan yang terdampak cuaca ekstrem siang tadi. Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka dalam rentetan peristiwa tersebut.
Mengingat intensitas hujan yang masih tinggi, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat berkendara di bawah pohon besar atau papan reklame ketika angin kencang melanda.










