Dramatis! Minibus Nyaris Hanyut di Grobogan usai Nekat Terjang Banjir 1,5 Meter

Dramatis! Minibus Nyaris Hanyut di Grobogan usai Nekat Terjang Banjir 1,5 Meter

Nasional | inews | Senin, 13 April 2026 - 19:38
share

GROBOGAN, iNews.id - Sebuah minibus nyaris hanyut masuk sungai setelah nekat menerjang banjir setinggi lebih dari 1,5 meter di Desa Katong, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (13/4/2026). Proses evakuasi berlangsung dramatis karena derasnya arus.

Puluhan warga yang dibantu sebuah truk engkel terpaksa turun langsung ke dalam banjir untuk menyelamatkan kendaraan tersebut. Aksi tersebut sempat berlangsung menegangkan karena arus air sangat kuat.

Peristiwa terjadi saat jalur penghubung antar kecamatan di wilayah tersebut terendam banjir sejak Minggu (12/4/2026) pagi. Meski warga telah memasang tanda penutup jalan, pengemudi minibus tetap nekat melintas.

Akibatnya, kendaraan tersebut langsung terseret arus dan nyaris masuk ke aliran sungai. Warga yang melihat kejadian itu segera melakukan upaya penyelamatan.

"Ada mobil yang tadi terbawa arus hanya terlihat bagian depannya saja. Mobil dievakasui warga di sini," ujar Sutarjo warga setempat, Senin (13/4/2026).

Warga awalnya berusaha menarik minibus menggunakan tali tambang. Namun, derasnya arus membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Akhirnya, sebuah truk engkel diterjunkan untuk membantu menarik kendaraan. Setelah sekitar 30 menit, minibus berhasil dievakuasi.

Sopir dan kenek dalam kejadian tersebut berhasil diselamatkan tanpa mengalami luka serius.

Selain memutus akses jalan antarkecamatan, banjir juga merendam puluhan hektare lahan sawah serta rumah warga di Desa Katong.

"Ada 50-an rumah yang terendam banjir," kata Samson, warga setempat.

Warga menyebut kondisi ini sudah sering terjadi setiap musim hujan, terutama saat debit air sungai meningkat dan meluap ke jalan serta permukiman.

Hingga Senin sore, ketinggian air mulai berangsur surut menjadi sekitar 80 sentimeter. Meski demikian, kendaraan masih belum diperbolehkan melintas demi keselamatan.

Seluruh arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif yang lebih jauh. Sementara itu, sebagian warga mulai membersihkan rumah dari sisa lumpur akibat banjir.

Topik Menarik