Polisi Tangkap 2 Kurir Narkoba Jaringan Fredy Pratama di Banjarmasin, Sita Sabu 43,8 Kg

Polisi Tangkap 2 Kurir Narkoba Jaringan Fredy Pratama di Banjarmasin, Sita Sabu 43,8 Kg

Nasional | inews | Senin, 13 April 2026 - 17:58
share

BANJARMASIN, iNews.id - Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan menggagalkan penyelundupan sabu seberat 43,8 kilogram yang diduga berasal dari Malaysia. Narkotika tersebut merupakan bagian dari jaringan antarprovinsi yang terafiliasi dengan gembong narkoba Fredy Pratama.

Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan dua kurir narkoba berinisial AG asal Jakarta dan RD asal Lampung. Keduanya ditangkap sesaat setelah tiba di Hotel Wisata, Kota Banjarmasin.

Kapolda Kalsel Irjen Rosyanto Yudha Hermawan mengungkapkan sabu tersebut dikemas dalam puluhan paket besar.

"Sabu-sabu terbungkus dalam 44 paket besar dibawa oleh dua kurir inisial AG asal Jakarta dan RD asal Lampung," ujarnya, Senin (13/4/2026).

Barang haram tersebut dibawa menggunakan dua koper besar yang digunakan untuk menyamarkan pengiriman narkotika.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait adanya indikasi penyelundupan narkotika dalam jumlah besar ke wilayah Banjarmasin. Menindaklanjuti laporan tersebut, Direktur Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Baktiar Joko Mujiono langsung mengerahkan tim untuk melakukan penyelidikan.

Tim yang dipimpin Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Kalsel AKBP Ade Harri Sistriawan kemudian berhasil melacak keberadaan kedua kurir di sebuah hotel. Setelah memastikan keberadaan pelaku, petugas langsung melakukan penindakan di lokasi.

Kedua kurir ditangkap tanpa perlawanan bersama barang bukti sabu yang dibawa. Penangkapan ini sekaligus memutus salah satu jalur distribusi narkotika lintas provinsi yang diduga terhubung dengan jaringan besar internasional.

Kapolda menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan upaya pemberantasan narkoba secara serius dan berkelanjutan.

"Selain menangkap jaringan pengedar, tentu kita juga harus berupaya melakukan pencegahan dan ini tanggung jawab bersama," katanya.

Kasus ini kini masih dikembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam sindikat tersebut.

Topik Menarik