Jakpus Masif Berantas Ikan Sapu-Sapu, Miss Earth Lirabica Buka Suara!

Jakpus Masif Berantas Ikan Sapu-Sapu, Miss Earth Lirabica Buka Suara!

Gaya Hidup | inews | Senin, 13 April 2026 - 15:18
share

JAKARTA, iNews.id - Polemik penanganan ikan sapu-sapu di Jakarta Pusat mendapat sorotan publik. Langkah tegas pemerintah daerah dalam memberantas populasi ikan invasif ini menuai sorotan, salah satunya dari Miss Earth 2019 Lirabica.

Menurut Lirabica, metode yang digunakan untuk memberantas ikan sapu-sapu terlalu kejam dan tidak mencerminkan empati terhadap makhluk hidup.

"Saya mengecam keras tindakan kejam yang terjadi pada hari Jumat 10 April 2026, ikan sapu-sapu yang dibunuh secara kejam, dijaring, dipatahkan, dimasukkan ke karung, dan dikubur. Masih banyak cara yang lebih beradab dan berempati tanpa menyakiti bahkan membunuh sesama makhluk ciptaan Allah," ujarnya pada iNews.id, Senin (13/4/2026).

Pernyataan itu langsung memicu gelombang reaksi, terutama dari kalangan pencinta hewan. Lirabica juga menyinggung bahwa masih banyak persoalan besar di Jakarta yang dinilai lebih mendesak untuk ditangani.

"Masih banyak persoalan seperti sampah, banjir, hingga premanisme yang lebih krusial untuk ditangani dibandingkan tindakan terhadap ikan sapu-sapu," tegasnya.

Sebagai aktivis kesejahteraan hewan, ia menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap menggandeng berbagai pihak untuk mencari solusi yang lebih manusiawi.

"Saya Lirabica, bersama tim dan seluruh pencinta hewan di Indonesia tidak akan tinggal diam jika ada kezaliman terhadap makhluk Allah," ujarnya. 

Dia menambahkan, "Indonesia adalah negara yang bermartabat dan berempati. Presiden kami juga pencinta hewan dan sosok yang sangat mulia yang sangat peduli terhadap kesejahteraan hewan. Jadi, jangan ada yang coba-coba berbuat kejahatan terhadap makhluk Allah yang lemah," tandasnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan dan menekan populasi spesies invasif yang dinilai merusak ekosistem perairan ibu kota.

Sebelumnya, telah dilakukan aksi penertiban ikan sapu-sapu di sejumlah sungai di Jakarta, termasuk di Kali Cideng, Menteng. Sekitar 100 personel dari berbagai unsur, mulai dari PPSU, Satpol PP, hingga dinas terkait, dikerahkan untuk menangkap ikan sapu-sapu yang dinilai mengganggu ekosistem.

Dalam operasi itu, lebih dari 40 ekor ikan sapu-sapu berhasil diamankan. Setelah ditangkap, ikan-ikan tersebut dimusnahkan dengan cara dipatahkan tubuhnya, lalu dikuburkan di lokasi tertentu atau fasilitas khusus milik pemerintah.

Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena ikan sapu-sapu dianggap berbahaya. Selain berpotensi mengandung bakteri seperti Salmonella dan E. coli akibat pencemaran, ikan ini juga merusak struktur turap dan berkembang biak dengan cepat di saluran air.

Topik Menarik