Giliran Trump Tuduh Iran Langgar Gencatan Senjata: Tidak Terhormat!

Giliran Trump Tuduh Iran Langgar Gencatan Senjata: Tidak Terhormat!

Terkini | inews | Jum'at, 10 April 2026 - 08:35
share

RIYADH, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh Iran tak mematuhi gencatan senjata. Pembatasan akses bagi kapal-kapal untuk melintasi Selat Hormuz dianggap Trump menghambat gencatan senjata.

"Iran melakukan tugasnya dengan sangat buruk, bahkan bisa dibilang tidak terhormat, dalam hal perizininan bagi minyak melintasi Selat Hormuz. Ini bukan perjanjian yang kita sepakati," tulis Trump di akun media sosial Truth Social, dikutip Jumat (10/4/2026).

Selain itu Trump protes karena Iran memungut biaya bagi kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz seraya mendesak untuk menghentikan hal tersebut.

"Ada laporan Iran mengenakan biaya kepada kapal tanker yang melewati Selat Hormuz. Sebaiknya mereka tidak melakukannya dan jika mereka melakukannya lagi, sebaiknya menghentikannya sekarang juga," katanya, dalam posting-an terpisah.

Poin-poin kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara menjadi tak jelas, antara tuntutan Iran dan AS. Iran mengajukan 10 poin tunututan gencatan senjata kepada AS yang diklaim telah disetujui oleh Trump. Namun kemudian klaim Iran itu dibantah oleh Gedung Putih.

Di antara tuntutan Iran yang disangkal AS adalah soal program pengayaan uranium dan tidak masuknya Lebanon dalam kesepakatan gencatan senjata. 

Sebaliknya, AS mengajukan tuntutan mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz yang disebut telah disetujui Iran. Namun Iran dengan membantah menyetujui poin itu dan tetap memegang kendali penuh Selat Hormuz. 

Topik Menarik