Jusuf Kalla Berduka 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon: Pahlawan Perdamaian

Jusuf Kalla Berduka 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon: Pahlawan Perdamaian

Terkini | inews | Selasa, 31 Maret 2026 - 19:00
share

JAKARTA, iNews.id – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI sekaligus Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK) menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Dia menyatakan para prajurit yang gugur bukan hanya pejuang bangsa, tetapi juga simbol pengabdian Indonesia untuk dunia.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Mereka adalah pahlawan perdamaian, yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemanusiaan dan stabilitas dunia,” ujar JK dalam video yang diunggah akun Instagram @jusufkalla, Selasa (31/3/2026).

Dia menilai, kehadiran TNI dalam misi perdamaian internasional menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia sebagaimana amanat konstitusi.

“Pengabdian mereka tidak hanya untuk Indonesia, tetapi untuk seluruh umat manusia. Ini adalah kehilangan besar, namun juga kebanggaan bagi bangsa,” tutur dia.

Peristiwa gugurnya prajurit TNI ini kembali mengingatkan publik akan besarnya risiko yang dihadapi pasukan perdamaian Indonesia di wilayah konflik. Meski demikian, Indonesia tetap konsisten mengirimkan kontingen dalam berbagai misi PBB sebagai bagian dari kontribusi aktif menjaga perdamaian global.

Jusuf Kalla pun mengajak masyarakat untuk mendoakan para prajurit yang gugur serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.

Diketahui, tiga prajurit perdamaian TNI yang gugur yakni Prada Farizal Romadhon, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, serta Sertu Muhammad Nur Ikhwan.

Praka Farizal Rhomadon gugur akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan. Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik antara Israel dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut. 

Kementerian Pertahanan (Kemhan) kemudian mengonfirmasi gugurnya dua personel Indonesia lain pada Senin (30/3/2026) seiring meningkatnya intensitas konflik di kawasan tersebut.

Topik Menarik