3 Dokter Magang Meninggal Dalam Sebulan, Kemenkes Bantah Terjadi Overwork

3 Dokter Magang Meninggal Dalam Sebulan, Kemenkes Bantah Terjadi Overwork

Terkini | inews | Selasa, 31 Maret 2026 - 14:12
share

JAKARTA, iNews.id - Kasus banyak dokter peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) meninggal pada Februari dan Maret 2026 menjadi perhatian publik. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membantah kejadian tersebut akibat kelebihan beban kerja alias overwark. 

Penegasan ini disampaikan berdasarkan hasil penelusuran Kemenkes untuk memastikan aspek keselamatan, kesejahteraan, dan kondisi kerja dokter secara nasional.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kemenkes, dr Yuli Farianti menjelaskan identifikasi kronologi telah dilakukan bersama Komite Internsip Kedokteran Indonesia (KIKI) Pusat, KIKI Provinsi, serta dokter pendamping.

Hasilnya menunjukkan setiap kasus memiliki kondisi medis yang berbeda, yakni campak dengan komplikasi jantung dan otak, dugaan anemia, serta demam berdarah dengue (DBD) dengan komplikasi syok (Dengue Shock Syndrome).

“Total waktu kerja tidak lebih dari 48 jam per minggu dan izin istirahat telah diberikan sesuai ketentuan. Saat dirujuk ke fasilitas kesehatan, kondisi sudah berada pada fase lanjut perjalanan penyakit,” ujar dr Yuli dalam jumpa pers daring, Senin (30/3/2026).

Kemenkes menegaskan pelaksanaan Program Internsip telah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023, dengan durasi 12 bulan dan jam kerja 40–48 jam per minggu. Selain itu, peserta internsip juga memiliki hak untuk mendapatkan izin hingga 90 hari dalam satu tahun sesuai dengan ketentuan berlaku, sebagai bagian dari perlindungan terhadap kesehatan dan kesejahteraan peserta.

Sebagai respons atas kejadian ini, Kemenkes memperkuat berbagai langkah perlindungan, termasuk respons cepat penanganan peserta sakit, jaminan perawatan tuntas, pengawasan dokter pembimbing, hingga penguatan skrining kesehatan dan pengaturan jam kerja.

Kemenkes akan meningkatkan transparansi kanal pengaduan serta memperkuat pengawasan bersama KIKI di seluruh wilayah.

“Kami memastikan perlindungan peserta menjadi prioritas, sekaligus menjaga standar keselamatan pasien,” kata dr Yuli.

Sebagai informasi, tiga dokter magang (internship) dilaporkan meninggal dunia sepanjang Maret 2026. Tiga dokter magang yang meninggal dunia masing-masing bertugas di Denpasar, Rembang dan Cianjur.

Topik Menarik