Spanyol Tolak Pesawat Militer AS Serang Iran: Kami Negara Berdaulat!
MADRID, iNews.id - Pemerintah Spanyol secara tegas menolak keterlibatan dalam perang melawan Iran, bahkan melarang pesawat militer Amerika Serikat (AS) yang terlibat operasi tempur untuk melintas di wilayah udaranya.
Sikap keras ini ditegaskan langsung oleh Perdana Menteri Pedro Sanchez yang menyebut negaranya berdaulat dan tidak ingin terseret konflik yang dianggap ilegal.
“Kami adalah negara berdaulat yang tidak ingin ikut serta dalam perang ilegal,” ujar Sanchez, menegaskan alasan utama di balik penolakan tersebut.
Dia juga memastikan seluruh rencana penerbangan yang berkaitan dengan operasi militer terhadap Iran, termasuk pesawat pengisian bahan bakar, telah ditolak.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Madrid mengambil posisi berseberangan dengan Washington dalam konflik yang terus memanas di Timur Tengah. Bahkan sejak awal bulan, Sánchez sudah lebih dulu menolak penggunaan dua pangkalan militer bersama di Rota dan Moron oleh militer AS.
Menteri Pertahanan Margarita Robles mempertegas keputusan itu dengan menyatakan bahwa pangkalan udara Moron dan Rota tidak akan digunakan untuk operasi apa pun yang terkait dengan perang di Iran. Dia menegaskan bahwa kebijakan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah AS sejak lama.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Jose Manuel Albares menjelaskan, langkah ini diambil untuk mencegah Spanyol terseret dalam eskalasi konflik yang lebih luas. Pemerintah ingin menjaga jarak dari segala bentuk keterlibatan yang dapat memperburuk situasi.
Di sisi lain, seorang pejabat Gedung Putih mengklaim militer AS telah mencapai target dalam operasi yang diberi nama Operasi Epic Fury, sehingga tidak membutuhkan dukungan dari Spanyol maupun negara lain.
Namun ketegangan antara kedua negara meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan embargo perdagangan penuh terhadap Spanyol sebagai respons atas penolakan tersebut.
Sanchez sendiri menjadi salah satu pemimpin Eropa paling vokal dalam mengkritik serangan AS dan Israel terhadap Iran. Dia menyebut tindakan tersebut sebagai ceroboh dan melanggar hukum internasional, sekaligus mempertegas posisi Spanyol yang memilih berdiri di luar konflik.










