AS Tembakkan 850 Lebih Rudal Tomahawk dalam Perang Iran, Persediaan Sekarat?

AS Tembakkan 850 Lebih Rudal Tomahawk dalam Perang Iran, Persediaan Sekarat?

Terkini | inews | Minggu, 29 Maret 2026 - 09:07
share

WASHINGTON, iNews.id - Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah menembakkan lebih dari 850 rudal Tomahawk selama perang melawan Iran yang berlangsung sebulan, demikian laporan surat kabar The Washington Post, mengutip beberapa sumber pejabat AS.

Jumlah tersebut menguras secara signifikan persediaan rudal jelajah berpemandu presisi itu. Tak heran, para pejabat Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mulai mengkhawatirkan kondisi tersebut.

Tomahawk menjadi andalan AS dalam melancarkan serangan ke Iran dari jarak relatif jauh.

Sebagian besar dari 850 lebih rudal Tomahawk digunakan pada fase awal Operasi Epic Fury, termasuk satu serangan mengenai sekolah dasar di Minab, Iran, yang menewaskan 160 lebih siswi SD.

Rudal yang juga digunakan AS dalam Perang Teluk tersebut bisa diluncurkan dari platform kapal perang permukaan dan kapal selam. Meski demikian, produksi tahunan yang terbatas, yakni hanya ratusan unit, meningkatkan kekhawatiran tentang persediaan.

Ketergantungan AS yang besar terhadap rudal yang memiliki jangkauan sekitar 1.600 km itu memerlukan diskusi lebih dalam mengenai apakah akan mengambil dari negara lain atau tidak. Diketahui, AS juga menempatkan rudal Tomahawk di beberapa negara sekutu.

Pentagon secara cermat memantau jumlah rudal yang digunakan.

Seorang pejabat Pentagon mengatakan kepada Washington Post, persediaan di Timur Tengah sangat rendah. Jika tak ada kebijakan mendesak, kondisinya mendekati "Winchester", istilah militer untuk kehabisan amunisi yang bisa memengaruhi operasi.

Mark Cancian, pengamat Center for Strategic and International Studies (CSIC) mengatakan, lebih dari 800 rudal Tomahawk digunakan di Iran berarti mewakili sekitar seperempat dari total persediaan. Kondisi ini berpotensi menciptakan celah untuk konflik di Pasifik Barat. 

Lembaga think tank itu memperkirakan Angkatan Laut AS memiliki sekitar 3.100 rudal Tomahawk pada awal perang.

Secara keseluruhan, AL AS memperoleh hampir 9.000 rudal Tomahawk sepanjang sejarah program tersebut, meski banyak yang sudah tua dan usang saat ini.

Namun, Juru Bicara Pentagon Sean Parnell menepis AS kehabisan amunisi. Dia menegaskan militernya memiliki semua yang dibutuhkan untuk mendukung operasi apa pun pada waktu dan tempat yang ditentukan.

Parnell mengkritik pemberitaan media sebagai bias dan bertujuan menjatuhkan militer AS yang disebutnya terkiat di dunia.

Dia menyebut pemberitaan tersebut keliru, apalagi menyiratkan Pentagon seperti gagal memberikan dukungan kepada pasukan AS untuk mencapai tujuan perang.

Selain itu AS juga meluncurkan lebih dari 1.000 rudal pencegat, yakni Patriot dan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), untuk menangkis serangan Iran.

Topik Menarik