Ribuan Warga Israel Demonstrasi Tolak Perang, Dipukuli hingga Ditangkap Polisi

Ribuan Warga Israel Demonstrasi Tolak Perang, Dipukuli hingga Ditangkap Polisi

Berita Utama | inews | Minggu, 29 Maret 2026 - 10:50
share

TEL AVIV, iNews.id - Rbuan warga Israel, Sabtu (28/3/2026) malam, turun ke jalan di beberapa kota, termasuk Tel Aviv, untuk menentang perang melawan Iran.

Polisi Israel berusaha membubarkan demonstrasi tersebut dengan alasan tak ada izin hingga terjadi bentrokan. Akibatnya, polisi menangkap puluhan demonstran.

Demonstrasi dengan tututan yang sama sebenarnya telah digelar beberapa pekan lalu setiap Sabtu. Awalnya hanya diikuti puluhan orang, namun jumlah massa semakin banyak.

Demonstrasi juga diikuti sejumlah mantan anggota parlemen dan organisasi sayap kiri, termasuk Standing Together, Peace Now, dan Women Wage Peace.

Petugas membubarkan demonstran di Tel Aviv. Adegan serupa juga terjadi di Kota Haifa.

Berdasarkan pedoman keamanan masa perang, pertemuan lebih dari 50 orang dilarang di Israel, karena negara sedang menghadapi serangan Iran dan kelompok Hizbullah Lebanon.

Di Tel Aviv, pasukan keamanan Israel bertindak represif dengan mendorong demonstran hingga jatuh. Mereka bahkan mencekik demonstran.

Polisi menangkap 13 orang di Tel Aviv saja dan sejumlah besar di kota lain. Di Haifa, polisi menangkap lima orang karena berusaha memblokir jalan.

Meski demikian dukungan warga Isral untuk perang melawan Iran tetap tinggi. Jajak pendapat Institut Demokrasi Israel yang dirilis pada Jumat (27/3/2026) mengungkap, 78 persen warga Yahudi Israel mendukung perang, dibandingkan hanya 19 persen di antara kalangan minoritas Arab-Israel.

Meski demikian jumlah rata-rata warga yang menetang perang menunjukkan tren meningkat, yakni dari 4 persen pada awal Maret menjadi 11,5 persen pada akhir bulan.

Topik Menarik