Israel Akan Rebut Lebanon Selatan, Hizbullah: Tak Ada Pilihan Lain, Lawan!
TEL AVIV, iNews.id - Rencana Israel untuk merebut wilayah Lebanon selatan memicu perlawanan keras dari Hizbullah. Kelompok perlawanan bersenjata tersebut menegaskan tidak punya pilihan lain selain melawan jika wilayahnya diduduki.
Pernyataan tegas itu disampaikan menyusul langkah Israel yang disebut tengah mempersiapkan serangan darat besar-besaran hingga Sungai Litani. Hizbullah menilai rencana tersebut sebagai ancaman eksistensial bagi Lebanon dan berjanji akan melawan agresi tersebut dengan kekuatan penuh.
“Kita tidak punya pilihan selain menghadapi agresi ini dan mempertahankan tanah ini,” kata anggota parlemen senior Hizbullah, Hassan Fadlallah.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, untuk pertama kalinya secara terbuka mengungkap rencana pemerintahannya untuk merebut wilayah selatan Lebanon hingga Sungai Litani. Kawasan itu mencakup hampir sepersepuluh dari total wilayah Lebanon dan akan dijadikan “zona pertahanan”.
Dalam pertemuan dengan pimpinan militer, Katz menyatakan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan menguasai jembatan-jembatan strategis serta membentuk zona keamanan hingga sekitar 30 km dari perbatasan Israel.
Di lapangan, eskalasi sudah terlihat. Israel dilaporkan telah menghancurkan lima jembatan di atas Sungai Litani sejak pertengahan Maret, serta mempercepat penghancuran rumah-rumah di desa perbatasan Lebanon. Tindakan ini menuai kritik karena dinilai melanggar hukum internasional yang melarang serangan terhadap infrastruktur sipil.
Kekhawatiran internasional pun meningkat. Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyebut pernyataan Katz sangat mengkhawatirkan dan bukan sesuatu yang ingin didengar masyarakat Lebanon, khususnya di wilayah selatan.










