Kim Jong Un Sebut Perang Iran Bukti Korea Utara Tepat Pertahankan Nuklir, Tolak Rayuan AS

Kim Jong Un Sebut Perang Iran Bukti Korea Utara Tepat Pertahankan Nuklir, Tolak Rayuan AS

Terkini | inews | Rabu, 25 Maret 2026 - 20:32
share

PYONGYANG, iNews.id - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan, perang Amerika Serikat-Israel dan Iran menjadi bukti negaranya mengambil keputusan yang tepat untuk mempertahankan senjata nuklir. Korea Utara akan terus memperkuat statusnya sebagai negara nuklir.

Kim dalam pidato di Majelis Rakyat Tertinggi Korut yang dipublikasikan Selasa, 24 Maret 2026, menuding AS melakukan aksi terorisme yang disponsori negara dan agresi. Dia tidak menyebut Iran secara langsung, tetapi mengatakan situasi global saat ini menunjukkan Korea Utara sudah tepat menolak tekanan dan bujukan manis dari Amerika untuk meninggalkan persenjataan nuklirnya.

"Situasi saat ini jelas membuktikan bahwa Korea Utara dibenarkan dalam menolak tekanan dan rayuan manis AS untuk melepaskan persenjataan nuklir. Status kami sebagai negara nuklir kini sepenuhnya tidak bisa dibalikkan," kata Kim Jong Un. 

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengklaim Iran sebagai ancaman bagi negaranya dan menjadikan pencegahan pengembangan bom nuklir sebagai salah satu alasan kuat menyerang negara tersebut. 

Bagi Kim Jong Un, perang Iran memperkuat keyakinan lama bahwa negara-negara tanpa senjata nuklir lebih rentan terhadap kekuatan militer AS. Sementara negara yang memilikinya bisa menangkal.

Pidato Kim disampaikan di tengah sinyal dari Trump yang membuka kemungkinan melanjutkan kembali dialog dengan Korut, setelah jalur diplomasi keduanya terhenti pada 2019.

Namun, pernyataan terbaru Kim mengindikasikan pertemuan di masa depan akan berbeda dari sebelumnya. Dia menegaskan, bersedia kembali berdialog tetapi hanya jika AS mengakui Korut sebagai negara bersenjata nuklir dan menghentikan apa yang disebutnya sebagai kebijakan bermusuhan.

Meski pernyataannya bernada keras, Kim tidak sepenuhnya menutup pintu diplomasi dengan Trump. Dia tetap membuka peluang berdialog dengan AS, namun dengan satu syarat tegas, Korea Utara tidak akan melepaskan senjata nuklirnya.

Korea Utara diyakini telah memiliki puluhan hulu ledak nuklir. Tidak seperti Iran atau Venezuela, negara itu mengklaim memiliki sistem pengiriman yang mampu menjangkau daratan utama AS, meskipun belum pernah diuji sepenuhnya.

Baru-baru ini, Korea Utara memamerkan sejumlah uji coba senjata, termasuk peluncuran rudal jelajah dari kapal perang baru serta roket yang disebut mampu membawa hulu ledak nuklir. Dalam kongres Partai Buruh bulan lalu, Kim berjanji akan memperluas persenjataan nuklir negaranya dengan meningkatkan jumlah senjata dan sistem peluncurnya.

Kim juga menampilkan putrinya yang masih remaja, Kim Ju Ae, dalam berbagai acara militer. Langkah ini memberi sinyal, program nuklir Korea Utara tidak hanya bersifat permanen, tetapi juga berlanjut lintas generasi.

Di saat bersamaan, Pyongyang memperkuat hubungan dengan Rusia. Media pemerintah Rusia menayangkan latihan pasukan Korea Utara di dekat garis depan Ukraina, menggambarkan kerja sama militer kedua negara itu semakin erat.

Korea Utara bahkan dilaporkan mengirim amunisi artileri, roket, serta ribuan pasukan untuk mendukung perang Rusia di Ukraina. Sebagai imbalannya, Pyongyang disebut menerima bantuan pangan, bahan bakar, serta kemungkinan teknologi militer sensitif dan data medan perang.

Topik Menarik