Dubes Iran Minta RI dan Negara Islam Kutuk Keras Serangan AS-Israel

Dubes Iran Minta RI dan Negara Islam Kutuk Keras Serangan AS-Israel

Terkini | inews | Senin, 2 Maret 2026 - 22:55
share

JAKARTA, iNews.id - Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi meminta Indonesia dan seluruh negara Muslim untuk mengutuk keras serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Menurutnya, serangan tersebut adalah ilegal dan melanggar hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Indonesia telah mengeluarkan pernyataan dan kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pernyataan yang sudah dikeluarkan. Kami berharap terhadap semua negara di dunia agar secara tegas dapat mengutuk serangan yang terjadi terhadap Iran," ucap Boroujerdi di Kantor Kedubes Iran untuk Indonesia, Menteng, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Boroujerdi juga berharap negara-negara dalam organisasi kerja sama islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk memberikan dukungan kepada Iran. Dia pun berharap sebuah kampanye tetap dilanjutkan untuk menolak peperangan.

"Kedua, kami berharap negara-negara Islam menggunakan seluruh kemampuan dan potensinya di badan OKI dan juga PBB untuk memberikan dukungan kepada Iran," ucapnya.

"Dan yang ketiga adalah kami berharap sebuah kampanye dijalankan oleh negara-negara Islam, kampanye untuk menyatakan tidak kepada peperangan," tuturnya.

Dalam momen tersebut, Boroujerdi juga menyampaikan alasan negaranya menutup Selat Hormuz. Dia menyebut, langkah ini dipicu upaya AS yang mencoba menginvasi kawasan tersebut.

Boroujerdi mengatakan, situasi serupa juga pernah terjadi dalam perang 12 hari yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat. Saat itu, menurutnya, rezim Israel mendorong eskalasi konflik hingga mengarah ke kawasan yang menjadi jalur penghubung utama antara Teluk Persia dan Laut Oman tersebut.

"Kali ini kapal-kapal Induk Amerika lah datang ke wilayah selat Hormuz dan menyerang integritas Iran, kesatuan Iran dan wilayah Republik Islam Iran," ujarnya.

Boroujerdi mengatakan, apabila AS dan Israel ingin menciptakan keamanan di kawasan tersebut, maka hal itu harus berlaku bagi semua negara. Dia menilai, keamanan di Selat Hormuz tidak boleh hanya menguntungkan satu pihak.

"Apabila mereka mengharapkan keamanan bagi selat hormuz dan wilayah di sana tentu keamanan dan kenyamanan ini harus berlaku untuk setiap negara yang berada di sana. Jika mereka ingin aman, kami pun sama," tuturnya.

Topik Menarik