Pramono Minta BUMD Atur Strategi Mitigasi Lonjakan Harga Komoditas Imbas Perang AS vs Iran
IDXChannel - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap perang Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran tidak berlangsung lama. Sebab, jika konflik berkepanjangan ini bisa berpotensi menaikkan sejumlah harga komoditas.
"Karena pertama, supply chain-nya ini kan melalui Selat Hormuz yang di situ hampir 30 persen lebih minyak dunia itu selalu melewati selat ini, termasuk juga barang-barang yang lain," ujarnya saat ditemui di Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
"Maka kalau kemudian ini ditutup, pasti dampaknya supply chain-nya menjadi semakin panjang, ongkos perjalanan untuk barang tersebut menjadi lebih mahal," kata dia.
Untuk mengantisipasi lonjakan sejumlah harga barang, Pramono mengintruksikan seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jakarta selalu menyusun strategi krisis. Maka dari itu, semisal ada kekurangan produk, BUMD sudah mempersiapkan jalan keluarnya.
"Kemudian untuk yang kedua, untuk Jakarta sendiri karena kita mempunyai infrastruktur dan kemudian BUMD yang ada, saya menyampaikan kepada jajaran BUMD untuk kita selalu berpikir tentang krisis," ujar dia.
Dia mencontohkan ketika menghadapi Lebaran biasanya terjadi lonjakan harga pangan, khususnya daging sapi. Dalam hal ini, Pemprov DKI telah memikirkan langkah antisipasi dengan melakukan impor sapi sebelum bulan puasa.
"Seperti ketika kita menghadapi Lebaran kali ini, kemarin kita mendatangkan sapi dalam kuota untuk tahun ini 7.500. Sebanyak 2.000 kita datangkan di saat menghadapi Ramadan dan juga Idulfitri," tuturnya.
Langkah impor ini dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk menstabilkan stok daging sapi, serta menekan inflasi saat Ramadan 2026.
"Ini cara kita untuk supaya harga daging tidak mengalami kenaikan, dan alhamdulillah sampai hari ini tidak mengalami kenaikan," kata Pramono.
(Dhera Arizona)









