Momen Haru Istri Bantu Suami Persiapan Berangkat Jadi Pasukan Perdamaian ke Gaza
JAKARTA, iNews.id - Unggahan akun Tiktok @clodhiaayaa mendapatkan banyak perhatian dari warganet. Salah satunya saat dia ikut mempersiapkan keperluan suami yang merupakan anggota TNI untuk berangkat menjadi salah satu personel Pasukan Perdamaian yang akan diberangkatkan ke Gaza, Palestina.
“Ternyata sudah di fase bantu suami packing perlengkapan siap (ke) Gaza,” tulis keterangan unggahan video dikutip, Senin (2/3/2026).
Di ruang tamu, tampak tiga tas besar tengah disiapkan. Satu tas sudah tersusun rapi lengkap dengan helm di atasnya. Kedua pasangan ini juga tampak tengah memasukkan sejumlah pakaian, salah satunya seragam loreng.
“Packing sambil tahan kesedihan,” bunyi caption yang disertai emotikon haru, tagar Gaza, TNI Indonesia, Suamiku, dan FYP.
Konten tersebut sudah ditonton lebih dari 440.000 kali dan disukai 49.000 warganet. Sementara, terdapat lebih dari 2.000 warganet yang mengomentari video tersebut.
Beberapa netizen menyemangati istri prajurit TNI, salah satunya akun TikTok @mamavin__.
“Semangat yaa kka. Salut sma TNI siap dalam keadaan apa pun. Siap untuk situasi apa pun yg terjadi di depan. Pokoknya harus pulang dengan selamat ya. Yg sabar ya untuk istrinya,” tulis komentar akun tersebut.
Berdasarkan hasil Rapat Penyiapan Satgas Perdamaian dan Kemanusiaan Indonesia yang digelar Kamis, 12 Februari 2026, TNI telah menyusun timeline kerja untuk memastikan kesiapan 8.000 pasukan untuk misi perdamaian dan kemanusiaan ke Gaza, Palestina.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono mengatakan, Februari 2026 fokus pada pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan penyiapan administrasi personel. Dilakukan juga pelaksanaan gelar kesiapan pasukan untuk mengecek kelengkapan sarana dan prasarana.
Awal April 2026, ditargetkan 1.000 personel pertama dalam kondisi siap diberangkatkan sewaktu-waktu. Akhir Juni 2026, ditargetkan seluruh elemen brigade komposit 8.000 personel mencapai status siap berangkat.
"Rencana pengiriman sekitar 8.000 personel ini masih dalam tahap persiapan dan sepenuhnya menunggu keputusan Presiden RI (Prabowo Subianto) selaku pemegang keputusan politik negara," ujar Donny, Senin (16/2/2026).









