Jenazah John Tobing Dimakamkan di Prambanan pada Sabtu 28 Februari 2026
JAKARTA, iNews.id – Jenazah pencipta lagu legendaris Darah Juang, John Tobing, akan dimakamkan di kawasan Prambanan pada Sabtu, 28 Februari 2026. Saat ini jenazah berada di Rumah Duka RS Bethesda Yogyakarta.
John Tobing meninggal dunia pada Rabu malam, 25 Februari 2026, di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM), Yogyakarta, pada usia 60 tahun. Sebelum wafat, dia diketahui sempat berjuang melawan stroke yang diderita sejak Desember 2025.
Saat ini, jenazah masih disemayamkan di Yogyakarta untuk memberikan kesempatan kepada kerabat, sahabat, dan masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Sejumlah aktivis, alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), musisi, hingga tokoh masyarakat dijadwalkan turut hadir dalam prosesi pelepasan jenazah.
Sinopsis Sinetron Cinta Sepenuh Jiwa Eps 120: Hasbi Berulah Lagi di Resepsi Lala dan Julian
Rencana pemakaman di Prambanan diketahui dipilih sebagai keputusan keluarga. Lokasi tersebut nantinya menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi sosok yang dikenal luas melalui lagu perjuangan Darah Juang, anthem yang lekat dengan gerakan mahasiswa era Reformasi 1998.
Sebagai informasi, sebelum meninggal dunia John Tobing sempat mengalami serangan stroke. Dia pun mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, namun kondisinya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (25/2/2026).
Kabar ini disampaikan akun Instagram Kagama Channel. Dalam unggahan tersebut, keluarga besar alumni UGM menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya alumni Fakultas Filsafat UGM angkatan 1986 itu.
"Kami menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas berpulangnya Bapak John Tobing, Alumni Fakultas Filsafat UGM 1986. Semoga amal bakti beliau diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan," dikutip dari @kagama.channel, Kamis (26/2/2026).
John Tobing merupakan pria kelahiran Binjai, Sumatera Utara, pada 1 Desember 1965. Dia menempuh pendidikan di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) dan aktif dalam organisasi mahasiswa serta aksi-aksi sosial sejak masa kuliah.










