Tanah Bergerak di Padalarang Bandung Barat, 3 Rumah Ambruk dan Belasan Rusak Parah

Tanah Bergerak di Padalarang Bandung Barat, 3 Rumah Ambruk dan Belasan Rusak Parah

Nasional | inews | Senin, 23 Februari 2026 - 16:53
share

BANDUNG BARAT, iNews.id – Bencana tanah bergerak melanda Kabupaten Bandung Barat. Tiga rumah di Kompleks Permata Padalarang, ambruk hingga rata dengan tanah dan belasan rumah lainnya rusak parah, Senin (23/2/2026).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun puluhan kepala keluarga harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman. 

Peristiwa mencekam ini diawali dengan suara gemuruh yang terdengar oleh warga saat hujan deras mengguyur pada Minggu petang jelang waktu puasa. Salah satu rumah yang terdampak parah berada di Blok F milik warga bernama Budi. Karena struktur tanah yang labil dan berada di kemiringan tebing, tiga bangunan yang saling berdempetan tersebut akhirnya roboh seketika.

Warga bersama relawan kebencanaan mulai bahu-membahu membersihkan puing-puing material bangunan yang berserakan.

"Saat kejadian pemilik rumah sedang tidak berada di lokasi, sehingga tidak ada korban jiwa. Namun kondisi rumah sudah rata dengan tanah," ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

Dampak dari pergerakan tanah ini tidak hanya menghancurkan tiga rumah utama, tetapi juga mengancam keselamatan warga lainnya di area tebing bukit tersebut. Tercatat sebanyak 11 bangunan rumah lainnya ikut terdampak dengan kerusakan bervariasi. 

Kepala Desa Jayamekar, Siti Khoiriyah mengatakan, warga yang rumahnya ambruk dan rusak sudah dievakuasi lantaran khawatir terjadi pergerakan tanah susulan.

"Saat ini penghuni rumah yang berjumlah 15 jiwa terpaksa harus diungsikan ke lokasi yang lebih aman. Ada 11 bangunan lain yang terdampak, sebagian dinding temboknya retak-retak hingga atap jebol," kata Siti Khoiriyah.

Bencana tanah bergerak telah dilaporkan dan kini dalam penanganan aparat terkait dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Petugas mengimbau warga yang tinggal di area kemiringan tebing untuk tetap waspada, mengingat curah hujan di wilayah Bandung Barat diprediksi masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan. 

Warga diharapkan segera melapor jika menemukan retakan baru pada tanah atau dinding rumah mereka guna meminimalisir risiko jatuhnya korban.

Topik Menarik