Menag Ungkap Rencana Bangun Madrasah di IKN, Butuh Lahan 21 Hektare

Menag Ungkap Rencana Bangun Madrasah di IKN, Butuh Lahan 21 Hektare

Terkini | inews | Minggu, 22 Februari 2026 - 15:13
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkap rencana membangun madrasah terintegrasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Madrasah itu nantinya mencakup jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

Nasaruddin menyampaikan rencana tersebut saat menyambangi IKN. Dia menyebut banyak program Kementerian Agama (Kemenag) yang harus segera diwujudkan di ibu kota baru.
 
“Madrasah terpadu dari raudhatul athfal, ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah. Direktorat mana, atau aturan bagaimana dari Kementerian Agama ini akan pindah secara bertahap. Dan yang selanjutnya, kita akan juga melihat volume kerja dan sistem kerja di sini,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya dikutip, Minggu (22/2/2026).

Saat bertemu Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, Nasaruddin menyampaikan rencana pembangunan madrasah terintegrasi di bawah naungan Kementerian Agama. 

Kawasan pendidikan tersebut dirancang meliputi RA, MI, MTs, dan MA, dilengkapi asrama, fasilitas olahraga, masjid, serta sarana pendukung lainnya dengan kebutuhan lahan sekitar 21 hektare.

Madrasah terintegrasi tersebut diharapkan menjadi solusi pendidikan yang lengkap dan berkualitas bagi warga IKN dan wilayah sekitarnya yang terus bertambah seiring perkembangan ibu kota baru. Basuki menyatakan kesiapan untuk menyediakan lahan guna mendukung rencana tersebut.

Selain membahas pembangunan madrasah, Nasaruddin juga meninjau perkantoran pemerintahan, fasilitas kesehatan, serta rumah susun Aparatur Sipil Negara (ASN). Dia berdialog dengan ASN dan tenaga kesehatan untuk mengetahui pengalaman kerja serta kesiapan layanan di kawasan tersebut.

“Saya melihat ini sangat efisien, sangat efektif. karyawannya disiapkan tempat tinggal, kemudian juga kantornya juga sudah siap semuanya.  Fasilitas jaringan internet itu semuanya sudah oke. Jadi saya kira teman-teman bisa lebih efisien, efektif, konsentrasi kerja di sini,” kata dia.

Nasaruddin menambahkan, kesiapan infrastruktur dan sistem kerja di IKN membuka peluang bagi Kemenag untuk menguatkan koordinasi secara vertikal dari pusat hingga daerah tanpa harus terpusat di Jakarta.

“Mudah-mudahan pada waktunya nanti kita Kementerian Agama bisa pertama kali bisa lebih eksis di sini. Karena kita kan vertikal, jadi mengkoordinasi seluruh karyawan dari pusat sampai ke bawah itu tidak mesti harus di Jakarta, bisa kita melalui jaringan di sini,” tuturnya.

Topik Menarik