Punya Gerd, Ini 5 Hal Penting Harus Diperhatikan saat Buka Puasa agar Lambung Tetap Nyaman

Punya Gerd, Ini 5 Hal Penting Harus Diperhatikan saat Buka Puasa agar Lambung Tetap Nyaman

Gaya Hidup | inews | Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:13
share

JAKARTA, iNews.id – Punya penyakit Gerd (Gastroesophageal Reflux Disease) menjadi tantangan tersendiri saat menjalani puasa Ramadan. Perut yang kosong lebih dari 12 jam bisa memicu peningkatan produksi asam lambung dan berisiko menimbulkan keluhan ketika berbuka.

Saat adzan magrib berkumandang, keinginan makan banyak dan cepat sering kali sulit dikendalikan. Padahal, bagi yang punya Gerd, pola berbuka yang kurang tepat justru bisa memperparah gejala seperti dada terasa panas (heartburn), mual, perut kembung, hingga rasa asam di tenggorokan.

Kondisi lambung yang sensitif membutuhkan perhatian khusus saat transisi dari perut kosong ke terisi makanan. Jika salah memilih menu atau langsung makan dalam porsi besar, risiko refluks asam lambung akan meningkat dan membuat ibadah terasa tidak nyaman.

Karena itu, penting bagi penderita Gerd memahami strategi berbuka puasa yang aman. Berikut lima hal penting yang perlu diperhatikan agar lambung tetap nyaman dan terhindar dari kekambuhan.

1. Mulai dengan Porsi Kecil dan Makanan Ringan

Saat berbuka, hindari langsung menyantap makanan berat dalam porsi besar. Perut yang kosong seharian cenderung lebih sensitif terhadap makanan.

Awali dengan makanan ringan seperti kurma, biskuit tawar, roti gandum, atau pisang matang. Setelah itu, beri jeda sekitar 10–15 menit sebelum makan besar agar lambung beradaptasi secara perlahan.

2. Hindari Makanan Pemicu Asam Lambung

Bagi yang punya Gerd, penting mengenali makanan pemicu naiknya asam lambung. Hindari makanan pedas, gorengan dan makanan berlemak tinggi, makanan terlalu asam seperti acar dan cuka, serta minuman bersoda, kopi, dan teh kental.

Sebagai gantinya, pilih menu yang direbus, dikukus, atau dipanggang dengan sedikit minyak. Cara pengolahan yang lebih sehat membantu mengurangi risiko iritasi lambung.

3. Jangan Minum Terlalu Banyak Sekaligus

Minum air dalam jumlah besar sekaligus saat berbuka dapat membuat lambung terasa penuh dan memicu refluks. Kebiasaan ini sebaiknya dihindari oleh penderita Gerd.

Anda bisa minum sedikit demi sedikit dengan pola 2-4-2, yakni 2 gelas saat berbuka, 4 gelas setelah makan malam hingga sebelum tidur, dan 2 gelas saat sahur. Air hangat atau suhu ruang lebih aman dibanding minuman yang terlalu dingin.

4. Makan dengan Perlahan dan Kunyah dengan Baik

Makan terlalu cepat membuat udara ikut tertelan dan meningkatkan tekanan di dalam lambung. Kondisi ini bisa memperparah gejala Gerd.

Biasakan mengunyah makanan 20–30 kali, tidak sambil berbicara terlalu banyak, dan duduk tegak saat makan. Kebiasaan sederhana ini membantu proses pencernaan berjalan lebih optimal.

5. Hindari Langsung Berbaring Setelah Makan

Setelah berbuka dan makan malam, jangan langsung rebahan atau tidur. Posisi tubuh yang horizontal memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.

Tunggu minimal 2–3 jam sebelum tidur. Jika ingin beristirahat, duduk bersandar dengan posisi tubuh tetap tegak agar lambung tetap nyaman sepanjang malam.

Menerapkan lima langkah tersebut, penderita yang punya Gerd tetap bisa menjalani puasa dengan lebih aman. Pola berbuka yang tepat menjadi kunci agar ibadah tetap lancar tanpa gangguan lambung.

Topik Menarik