Jangan Kalap! Ini 5 Tips Atasi Emotional Eating saat Buka Puasa Ramadan

Jangan Kalap! Ini 5 Tips Atasi Emotional Eating saat Buka Puasa Ramadan

Gaya Hidup | inews | Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:07
share

JAKARTA, iNews.id - Pernahkah Anda merasa ingin menyantap semua hidangan di meja makan saat azan magrib tiba. Padahal perut sebenarnya sudah terasa penuh. 

Hati-hati, bisa jadi itu adalah emotional eating, bukan lapar fisik. Bagaimana cara mengatasinya? 

Agar ibadah puasa tetap sehat dan berat badan tidak melonjak, simak lima tips praktis mengelola emosi makan:

1. Kenali Perbedaan Lapar Perut vs Lapar Mata

Lapar fisik biasanya muncul secara bertahap dan ditandai dengan perut yang berbunyi atau badan terasa lemas. Sebaliknya, lapar emosional datang tiba-tiba dan biasanya menuntut makanan spesifik yang tinggi gula atau lemak (seperti gorengan atau boba).

Sebelum menyambar takjil, tanyakan pada diri sendiri: "Apakah saya benar-benar lapar, atau hanya ingin pelampiasan?"

2. Atur Napas Sebelum Berbuka

Saat emosi sedang tidak stabil karena kelelahan atau stres pekerjaan, jangan langsung makan besar. Cobalah lakukan teknik pernapasan sederhana atau sekadar meminum air putih secara perlahan.

Menunda makan besar selama 5-10 menit setelah membatalkan puasa dapat memberi waktu bagi otak untuk menyadari sinyal kenyang yang sebenarnya.

3. Cari "Pelarian" Selain Makanan

Jika Anda merasa cemas, bosan, atau stres di sore hari menjelang berbuka, alihkan perhatian dengan aktivitas non-makanan. Anda bisa mencoba:

 * Membaca buku atau menulis jurnal.

 * Berjalan santai di sekitar rumah (ngabuburit sehat).

 * Melakukan meditasi ringan atau berdzikir untuk menenangkan pikiran.

4. Fokus pada Nutrisi yang Bikin Kenyang Lama

Emotional eating sering kali dipicu oleh fluktuasi gula darah. Pastikan menu sahur dan berbuka Anda kaya akan:

 * Serat: Sayur-sayuran dan buah-buahan.

 * Protein: Ayam, ikan, tempe, atau telur.

 * Lemak Sehat: Alpukat atau kacang-kacangan.

   Nutrisi ini membantu hormon kenyang bekerja lebih optimal, sehingga keinginan makan impulsif bisa berkurang.

5. Tetapkan Jadwal Makan yang Teratur

Jangan melewatkan sahur! Melewatkan sahur hanya akan membuat emosi Anda lebih tidak stabil di siang hari karena lapar yang ekstrem, yang memicu "balas dendam" saat berbuka. Konsistensi jadwal membantu tubuh dan pikiran beradaptasi dengan ritme puasa.

Mengelola emotional eating adalah bentuk mencintai diri sendiri dan menghargai keberkahan ibadah puasa. Mari berbuka dengan kesadaran, bukan sekadar pemuasan keinginan.

Topik Menarik