Inara Rusli Minta Maaf di Hari Ulang Tahun, Singgung Hati Tersakiti
JAKARTA, iNews.id – Inara Rusli baru saja merayakan ulang tahunnya pada 19 Februari 2026 yang bertepatan dengan awal Ramadan. Di momen pertambahan usia itu, dia menyampaikan pesan menyentuh yang langsung mencuri perhatian warganet.
Melalui Instagram Story pribadinya, Inara Rusli mengunggah video berisi refleksi diri dan permintaan maaf. Unggahan tersebut sontak memicu berbagai reaksi karena dia menyinggung soal hati yang pernah tersakiti.
Di awal pesannya, dia mengungkapkan proses belajar menerima keadaan dan berdamai dengan diri sendiri. “Ada saatnya hati perlu berhenti sejenak. Bukan untuk mengulang masa lalu, tapi untuk mengakui bahwa kita sedang belajar,” tulisnya.
Tak hanya refleksi diri, Inara Rusli juga menyampaikan pesan khusus untuk anak-anaknya. Dia meminta maaf atas segala kekurangan sebagai seorang ibu.
“Teruntuk anak-anak Mami, maafin Mami yang belum sempurna ya Nak. Mami cuma manusia biasa yang kadang lalai, kadang lelah, dan belum selalu tahu cara mencintai dengan paling tepat,” tulisnya.
Dia menegaskan bahwa keterbatasan sebagai manusia bukan berarti kurangnya rasa cinta. Pernyataan tersebut membuat banyak warganet ikut terharu dan memberikan dukungan di media sosial.
Selain untuk anak-anaknya, Inara Rusli juga menyinggung soal “hati-hati yang pernah tersakiti”. Kalimat itu memunculkan spekulasi publik, terutama dikaitkan dengan sosok Wardatina Mawa yang belakangan disebut tersakiti oleh perbuatannya.
“Teruntuk hati-hati yang pernah tersakiti, maafkan. Maaf ini bukan hanya sekadar ingin dimaafkan, tapi juga langkah untuk mengampuni diriku sendiri,” lanjutnya.
Dia menjelaskan, permohonan maaf tersebut bukan semata agar dimaafkan orang lain, melainkan sebagai cara untuk mengampuni diri sendiri. Dia juga menyatakan akan berterima kasih jika maafnya diterima, namun tetap menghormati sepenuhnya jika tidak.
Dalam unggahan itu, Inara Rusli memang tidak menyebutkan nama secara spesifik. Di akhir pesannya, dia mengungkapkan keinginannya menjalani Ramadan dengan hati yang lebih tenang dan ikhlas.
“Di bulan suci ini, aku ingin menjalaninya dengan hati yang lebih tenang dan ikhlas. Membersihkan niat, menata perasaan, terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan sempurna, tapi terus bertumbuh,” katanya.










