Tangis Ibu ABK yang Dituntut Mati Kasus Sabu 2 Ton Pecah: Anak Saya Tak Terlibat

Tangis Ibu ABK yang Dituntut Mati Kasus Sabu 2 Ton Pecah: Anak Saya Tak Terlibat

Terkini | inews | Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:11
share

JAKARTA, iNews.id - Ibu dari Anak Buah Kapal (ABK) Fandi bernama Nirwana menangis di depan Hotman Paris usai sang anak dituntut hukuman mati. Diketahui, kapal tempat Fandi bekerja diduga terlibat jaringan narkoba internasional.

Nirwana menegaskan sang anak tak terlibat dan tidak mengetahui barang dalam 67 kardus yang dimuat di kapal berisi narkoba berjenis sabu sekitar dua ton.

“Harapan saya, anak saya mohon dibebaskan, kepada Ibu ketua hakim, kepada bapak jaksa, kepada bapak presiden tolonglah bantu anak saya. Karena anak saya tidak tahu barang itu apa isinya, kalau dia tahu mana mungkin dia mau ikut,” ungkap Nirwana di Sayap Suci Kopi Kelapa Gading Jakarta Utara pada Jumat (20/2/2026).

Ia mengaku tidak ikhlas anaknya dituntut hukuman mati karena dia tidak terlibat sama sekali dengan jaringan tersebut. Apalagi posisi anaknya baru saja berlayar selama tiga hari.

“Saya nggak ikhlas anak saya dituntut mati karena dia tidak mengetahui itu barang, tidak terlibat dengan jaringan narkoba sebanyak itu, apalagi dia dengan posisi baru berlayar. Jadi di mana salahnya? Makanya saya nggak terima anak saya dialah harapan kami, dialah kebanggaan keluarga, dialah tulang punggung kami,” sambung dia.

Bahkan, ia mengaku rela menggantikan posisi anaknya. Oleh karena itu, ia meminta bantuan, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto agar membebaskan vonis sang anak.

“Saya nggak mau anak saya dihukum mati, biarlah saya yang jadi gantinya, saya rela, saya ikhlas demi anak saya. Makanya saya bermohon kepada Bapak Presiden Prabowo tolonglah bantu saya, saya orang yang tak punya, orang susah kemana lagi saya minta tolong kecuali sama beliau karena dialah harapan saya satu-satunya,” pungkas dia.

Topik Menarik