Iran Surati Sekjen PBB, Pangkalan AS di Timur Tengah Akan Jadi Sasaran Pembalasan
WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Iran melayangkan surat resmi kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres, menegaskan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah akan menjadi sasaran pembalasan jika Teheran diserang lebih dulu.
Langkah diplomatik tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS, menyusul laporan penarikan ratusan personel militer AS dari sejumlah pangkalan strategis di kawasan Teluk.
Dalam suratnya kepada Guterres pada Kamis, kepala misi Iran untuk PBB menegaskan, jika negaranya menjadi target serangan, seluruh pangkalan, fasilitas, dan aset militer musuh di kawasan akan dianggap sebagai target yang sah.
“Amerika Serikat akan memikul tanggung jawab penuh dan langsung atas konsekuensi yang tidak terduga dan tidak terkendali,” demikian isi surat tersebut, dikutip dari Anadolu.
Surat kabar The New York Times (NYT), mengutip pejabat senior Departemen Pertahanan AS (Pentagon), melaporkan militer AS menarik ratusan personel dari Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar.
Selain itu, pasukan yang ditempatkan di pangkalan Bahrain, menjadi markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS, juga disebut telah ditarik.
Meski demikian, pejabat tersebut menegaskan pasukan AS tetap siaga di sejumlah pangkalan lain di kawasan, termasuk di Irak, Suriah, Kuwait, Arab Saudi, Yordania, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Penarikan personel dari Al Udeid dan Bahrain memicu spekulasi mengenai potensi serangan AS terhadap Iran. Di sisi lain, langkah tersebut juga dipandang sebagai tindakan pencegahan guna mengurangi risiko korban apabila eskalasi konflik benar-benar terjadi.
Iran sebelumnya menunjukkan respons keras terhadap serangan militer AS pada 22 Juni 2025. Teheran menghujani Pangkalan Udara Al Udeid dengan rudal balistik setelah wilayahnya diserang militer AS. Al Udeid diketahui sebagai pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah, yang menampung sekitar 10.000 personel.






