Polda Metro Prediksi Jam Rawan Macet Bergeser selama Ramadan, Catat Waktunya!
JAKARTA, iNews.id - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya memprediksi pola pergerakan lalu lintas di wilayah Jakarta dan sekitarnya berubah pada bulan suci Ramadan. Polisi memetakan potensi kepadatan, terutama pada pagi dan sore hari.
Kabag Ops Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados menuturkan, pihaknya masih melakukan analisis dan prediksi terkait mobilitas masyarakat selama bulan Ramadan 2026.
"Kemungkinan besar kalau untuk pergerakan masyarakat di bulan puasa, khusunya di bulan Ramadan ini nanti kami masih melakukan analisis dan prediksi untuk khususnya di pagi hari tentunya dengan kebijakan pemerintah yang melaksanakan kegiatan WFA (work from anywhere) termasuk juga kegiatan perkantoran yang dimulai lebih siang, sehingga kemungkinan pergerakan masyarakat lalu lintas itu mungkin kalau di pagi hari antara jam 9 sampai dengan 10," ucap Robby kepada wartawan, Rabu (17/2/2026).
Dengan begitu, jika biasanya kepadatan terjadi lebih awal, pada Ramadan arus lalu lintas pagi hari diperkirakan sedikit mundur. Kebijakan WFA serta jam masuk kantor yang lebih siang menjadi faktor pendorong perubahan pola tersebut.
Sementara itu, Robby menyebut, potensi lonjakan kendaraan justru diprediksi terjadi lebih cepat pada sore hari. Masyarakat yang ingin berbuka puasa bersama keluarga disebut akan memicu peningkatan arus kendaraan.
"Sedangkan untuk sore hari kemungkinan besar karena masyarakat kita banyak yang ingin berbuka puasa bersama keluarga maupun family kemungkinan besar di jam 2 maupun jam 3 sore sudah mengalami peningkatan kendaraan yang mengarah ke Bekasi maupun ke daerah Selatan,” tuturnya.
“Sehingga kita nanti pada saat bulan puasa ini tentunya lebih berupaya lebih cepat dalam proses pengaturan pengaturan arus lalu lintas di jalan dan menyesuaikan pergerakan masyarakat," kata dia.
Dia menambahkan, Polda Metro Jaya menyiapkan strategi pengaturan arus lalu lintas yang lebih responsif selama Ramadan. Petugas akan menyesuaikan pola pengamanan dan pengaturan di lapangan mengikuti dinamika pergerakan masyarakat.










