Banjir Bandang dan Longsor Terjang Ungaran Timur Semarang, Aktivitas Warga Lumpuh
SEMARANG, iNews.id – Banjir bandang dan longsor menerjang Kelurahan Kalirejo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Kamis (12/2/2026). Bencana itu terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam.
Akibat kejadian itu, aktivitas warga lumpuh lantaran sejumlah titik tergenang banjir. Derasnya aliran air dari kawasan atas membuat debit air meluap dengan cepat ke pemukiman, mengubah ruas jalan menjadi aliran sungai yang membahayakan pengendara.
Selain genangan air yang tinggi, hujan deras juga memicu longsornya tebing setinggi 7 meter di wilayah tersebut. Material tanah yang terbawa arus air semakin memperparah kondisi jalanan yang terendam banjir.
Warga setempat, Bambang Muntaha mengatakan, banjir kali ini merupakan salah satu yang terbesar yang pernah terjadi. Warga menduga banjir bandang ini dipicu oleh berkurangnya daya serap tanah di kawasan atas.
"Perlu ada peninjauan kembali terhadap sistem drainase dan pengelolaan lingkungan di kawasan atas, termasuk di area-area wisata," ujar Bambang.
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Kepala Bakom: Negara Hadir untuk Anak-Anak Miskin Ekstrem
Merespons laporan bencana tersebut, Pemerintah Kecamatan Ungaran Timur bersama BPBD Kabupaten Semarang, Polsek, Linmas, dan perangkat kelurahan langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
Camat Ungaran Timur, Wahyu Widayat menjelaskan, hasil peninjauan sementara menunjukkan adanya ketidaksiapan infrastruktur dalam menampung debit air yang ekstrem.
"Drainase di wilayah bawah tersumbat, sementara aliran air dari atas sangat deras. Inilah yang menyebabkan air meluap ke jalan dan pemukiman," kata Wahyu Widayat.
Mengatasi tumpukan material longsor, BPBD Kabupaten Semarang telah menerjunkan alat berat guna membersihkan tanah yang menutupi akses jalan. Petugas juga melakukan rekayasa lalu lintas dengan pengalihan arus sementara untuk menjamin keselamatan pengguna jalan.
Warga diimbau untuk tetap waspada, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat lereng tebing atau jalur aliran air.










