Banjir Luapan Sungai Blorong Kendal Rendam 5 Kecamatan, Aktivitas Warga Lumpuh
KENDAL, iNews.id – Banjir luapan Sungai Blorong merendam ratusan rumah yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (11/2/2026). Banjir terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak Selasa (10/2/2026) malam.
Ketinggian air di beberapa titik permukiman dan akses jalan utama mencapai satu meter. Kondisi terparah terpantau di jalur menuju Pasar Sidorejo (Pasar Srogo), Brangsong. Di wilayah tersebut, genangan air yang tinggi melumpuhkan aktivitas ekonomi dan transportasi di kawasan tersebut.
Akses jalan raya Srogo Brangsong yang merupakan jalur utama menuju Pasar Sidorejo berubah seperti lautan setinggi hampir satu meter. Akibatnya, banyak kendaraan roda dua maupun mobil kecil yang mogok dan terpaksa didorong warga setelah nekat menerjang genangan.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, luapan Sungai Blorong kali ini memberikan dampak signifikan di lima wilayah kecamatan, yakni Boja, Kaliwungu Selatan, Ngampel, Brangsong, dan Kota Kendal.
Selain ratusan rumah warga, banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum vital seperti kantor desa, beberapa bangunan sekolah, dan pasar rakyat.
Kondisi ini memaksa para pedagang Pasar Sidorejo mengungsi ke pinggir jalan raya untuk menggelar dagangan mereka. Area dalam pasar sudah tidak memungkinkan untuk ditempati karena terendam air cukup tinggi.
“Air mulai masuk sejak waktu Subuh. Kiriman dari wilayah atas sangat deras hingga meluap ke jalan dan pemukiman. Aktivitas kami benar-benar terganggu hari ini," ujar Muhammad Akib, salah seorang warga.
Meski ketinggian air di beberapa lokasi mencapai satu meter, hingga berita ini diturunkan, BPBD Kendal melaporkan belum ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi secara massal ke posko darurat. Sebagian besar warga memilih tetap bertahan di lantai dua rumah atau menjaga barang berharga mereka sambil menunggu air surut.
Petugas gabungan masih terus bersiaga di lokasi-lokasi rawan untuk membantu warga yang kendaraannya terjebak banjir serta memantau debit air sungai yang masih fluktuatif.










