Misi Kemanusiaan Gaza Global Sumud Flotilla Bergerak Lagi, Libatkan Ribuan Tenaga Medis
ANKARA, iNews.id - Armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla akan kembali berlayar ke Jalur Gaza pada 29 Maret mendatang. Kapal-kapal yang akan membawa bantuan kemanusiaan serta aktivis internasional tersebut akan berangkat dari Barcelona, Spanyol.
Penyelenggara Global Sumud Flotilla menyatakan, keikutsertaan peserta akan lebih besar dibandingkan pada misi sebelumnya pada 2025.
“Keberangkatan bersejarah pertama akan dilakukan dari Barcelona, diikuti Tunisia, Italia, serta pelabuhan Mediterania lainnya, dan kami akan berlayar kali ini pada 29 Maret,” kata aktivis Global Sumud Flotilla, Sumeyra Akdeniz Ordu, dalam konferensi pers dari Johannesburg, Afrika Selatan.
Sumeyra menambahkan, aramada kali ini kan melibatkan ribuan peserta, termasuk lebih dari 1.000 dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya.
"Tenaga medis profesional bersama kami. Kita akan membangun ramah lingkungan bersama kami. Kami akan memiliki penyelidik kejahatan perang bersama kami, yang merupakan perbedaan dari misi sebelumnya,” ujarnya, dikutip dari Anadolu, Jumat (6/2/2026).
Seorang aktivis lain mengatakan, selain dari laut, misi Global Sumurd Flotilla kali ini juga akan ditempuh dari darat.
Konvoi kemanusiaan kali ini mencakup bantuan medis, makanan, dan semua bahan bantuan lain yang dibutuhkan warga Gaza.
Para profesional seperti dokter dan insinyur akan bergabung dalam misi darat yang akan berangkat dari Afrika Utara, melewati Mesir hingga mencapai perbatasan Rafah.
Dia menambahkan konvoi darat kedua akan berangkat dari Asia Selatan yang detailnya akan segera diumumkan.
Konvoi darat diharapkan bisa memasuki Gaza melalui perbatasan Rafah di Mesir.
“Jadi, koridor-koridor yang digerakkan oleh tenaga manusia ini adalah tanggung jawab kita, dan kita harus benar-benar memikul tanggung jawab sebagai bagian dari seluruh dunia,” ujarnya.
Misi laut Global Sumud Global pertama dimulai pada pertengahan 2025. Kemudian pada Oktober, pasukan Israel menyerang dan menyita lebih dari 40 kapal yang merupakan bagian dari armada bantuan kemanusiaan.
Militer Zionos menahan lebih dari 450 aktivis internasional. Banyak dari mereka menceritakan kisah mengerikan tentang penyiksaan selama penahanan.










