Nah! Netanyahu Minta Trump Batalkan Serangan ke Iran, Kenapa?
WASHINGTON, iNews.id - Beberapa pejabat Amerika Serikat dan Israel mengungkap alasan di balik batalnya serangan militer AS ke Iran pekan lalu. Serangan militer AS ke Iran, dipicu demonstrasi rusuh yang menelan ribuan korban jiwa, sebenarnya telah direncanakan berlangsung pekan lalu, namun Presiden Donald Trump membatalkannya.
Sumber-sumber pejabat AS dan Israel mengatakan kepada protal berita Axios, pembatalan serangan tersebut kemungkinan disebabkan ketidaksiapan Israel dalam menangkis serangan Iran. Hampir pasti, Iran akan mengincar Israel sebagai pembalasan atas gempuran AS.
Sumber-sumber pejabat kedua negara yang mengetahui perkembangan isu tersebut mengatakan kepada Axios, Netanyahu mengatakan kepada Trump bahwa Israel tidak siap untuk mempertahankan diri dari kemungkinan serangan balasan Iran.
Terlebih lagi AS tidak memiliki personel yang cukup di Timur Tengah untuk membantu Israel mencegat serangan rudal dan drone Iran.
Trump dan Netanyahu dilaporkan melakukan percakapan telepon pada 14 Januari lalu.
Selain ltu Netanyahu juga mengungkapkan kepada Trump, serangan AS tidak cukup efektif dan tidak akan membuahkan hasil yang diinginkan.
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) juga menentang serangan tersebut dalam percakapan telepon dengan Trump. Pangeran MBS mengungkapkan alasan kekhawatiran dampak serangan terhadap keamanan di kawasan.
Axios lalu menyimpulkan beberapa alasan yang membuat Trump membatalkan serangan, yakni kurangnya peralatan militer di kawasan serta masukan dari pemimpin negara-negara sekutu seperti Israel dan Arab Saudi.
Selain itu masukan juga datang dari penasihat senior Trump mengenai konsekuensi dan efektivitas opsi serangan di samping pembicaraan rahasia AS dan Iran melalui jalur belakang.










