Kebakaran Besar Lahap Mal Pakistan, 14 Orang Tewas dan 58 Hilang
ISLAMABAD – Kebakaran besar yang melanda pusat perbelanjaan di kota terbesar Pakistan menewaskan 14 orang, termasuk seorang petugas pemadam kebakaran. Tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk menemukan puluhan orang lainnya yang masih hilang.
Tim pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari 24 jam untuk memadamkan api di Gul Plaza yang bermula Sabtu (17/1/2026) malam. Bangunan tersebut menampung 1.200 toko dan memiliki luas 8.000 meter persegi.
Sebagian bangunan telah runtuh, dan para pejabat mengatakan puing-puing serta kurangnya ventilasi menghambat upaya penyelamatan.
“Hampir seluruh bangunan sudah dilalap api,” kata layanan darurat setempat saat tim penyelamat tiba di lokasi pada Sabtu malam, sebagaimana dilansir BBC.
Sebanyak 58 orang dilaporkan hilang oleh keluarga mereka, yang berkumpul di luar reruntuhan pusat perbelanjaan tersebut, menunggu dengan cemas kabar tentang orang-orang terkasih. Para administrator kota telah mendirikan meja untuk mendaftarkan nama dan detail orang-orang yang hilang.
Asap masih mengepul dari reruntuhan Gul Plaza pada Minggu (18/1/2026) pagi. Sebagian besar bangunan telah runtuh dan ada kekhawatiran bangunan itu dapat runtuh lebih lanjut.
Hassan Khan, juru bicara Rescue 1122 di Karachi, mengatakan kepada BBC Urdu bahwa api menyebar dengan cepat karena adanya bahan-bahan mudah terbakar seperti busa plastik, kain, dan parfum di dalam gedung.
Pada Minggu malam, berbagai bagian Gul Plaza hangus dan menjadi puing-puing. Tim penyelamat mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa seluruh bangunan dapat runtuh.
Ekskavator telah dikerahkan untuk memindahkan sisa-sisa bangunan yang sebagian runtuh, dengan harapan dapat menemukan lebih banyak jenazah. Namun, tim penyelamat masih menunggu struktur bangunan cukup dingin agar mereka dapat melakukan pencarian menyeluruh.
Setidaknya 26 orang yang dilaporkan hilang terakhir terlihat di dalam gedung, berdasarkan lokasi ponsel mereka, kata seorang pejabat polisi kepada BBC.
Zain, seorang pemilik toko di Gul Plaza, mengatakan kepada BBC Urdu bahwa ratusan orang berada di dalam gedung ketika kebakaran terjadi pada Sabtu.
“Toko-toko saya terbakar di depan mata saya. Kami bahkan tidak bisa mengeluarkan barang-barang dari toko-toko itu. Masih banyak orang di dalam, saya punya banyak teman yang tidak bisa dihubungi,” katanya.
Seorang saksi mata lainnya mengatakan para pemilik toko telah mencoba menggunakan alat pemadam api, tetapi kobaran api yang hebat itu tidak dapat dikendalikan.
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menyampaikan belasungkawa dan meminta pemerintah provinsi Sindh, tempat Karachi berada, untuk melakukan tinjauan komprehensif terhadap pengaturan keselamatan di gedung-gedung komersial dan perumahan di seluruh wilayah tersebut.










