Super Flu Subclade K Mulai Menyerang Jakarta? Ini Faktanya!

Super Flu Subclade K Mulai Menyerang Jakarta? Ini Faktanya!

Gaya Hidup | inews | Senin, 5 Januari 2026 - 17:25
share

JAKARTA, iNews.id - Infeksi Super Flu Subclade K menjadi ancaman nyata bagi Indonesia. Setidaknya ada delapan provinsi yang sudah melaporkan kasus ini, apakah di DKI Jakarta ada? 

Menurut informasi yang diperoleh iNews.id per 5 Januari 2026, hingga sekarang virus influenza A(H3N2) Subclade K yang dikenal dengan nama Super Flu belum terdeteksi di DKI Jakarta. 

Delapan provinsi yang sudah melaporkan kasus antara lain, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. 

"Saat ini masih belum ditemukan kasus SuperFlu di Provinsi DKI Jakarta," ujar Ani kepada wartawan dikutip Senin (5/1/2026).

Dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, Super Flu merupakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh virus Influenza A(H3N2) Subclade K. Disebut Super Flu karena penyebarannya relatif lebih cepat. 
 
"Meski demikian, data epidemiologi terkini yang dirilis WHO tidak mengindikasikan terdapat peningkatan keparahan penyakit," kata Ani.

Ani menerangkan, sebagai langkah pencegahan pihaknya telah menginformasikan fasilitas kesehatan di DKI Jakarta agar mewaspadai penyebaran Super Flu, seperti mengenali gejala dan tanda penyakit, serta penguatan upaya promotif dan preventif terutama pada kasus ISPA dan Pneumonia.

"Hingga saat ini, Pemprov DKI aktif berperan menjalankan fungsi sentinel kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di 5 Puskesmas di tiap kota dan 1 RS untuk mendeteksi lebih awal indikasi penyebaran kasus ISPA di DKI Jakarta," ujar dia.

Lebih lanjut, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. 

Vaksin influenza tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk, serta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari.

Topik Menarik