Viral Ayu Aulia Bingung Sendiri Sudah Dilantik atau Belum Jadi Tim Kreatif GBN-MI
JAKARTA, iNews.id - Mantan model dewasa Ayu Aulia kembali membuat geger media sosial. Kali ini gegara pernyataannya yang mengaku bingung sudah dilantik atau belum menjadi tim kreatif dari Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBN-MI).
Pernyataan Ayu Aulia yang kontroversial itu disampaikan melalui Instastory beberapa hari lalu dan kini viral di media sosial. Apa yang disampaikan Ayu?
"Habis berbincang-bincang dengan mas Herdiyan Saksono, jujur saya ini dilantik gak sih? Kenapa kemarin ada pelantikan? Hmm...," kata Ayu Aulia, dikutip Senin (5/1/2026).
Tidak berhenti di situ, dia pun menyampaikan suatu narasi yang membuat netizen bertanya-tanya apa maksud di balik pernyataan tersebut. Sebab, Ayu mengatakan ada dugaan aksi cuci tangan di balik semua yang terjadi padanya belakangan ini.
"Narasinya luar biasa, cuci tangannya luar biasa, tapi gimana saya mau punya jiwa nasionalisme kalau jujur saja gak bisa," ungkap Ayu Aulia. Dia mengakhiri videonya dengan geleng-geleng kepala.
Intonasi suaranya pun sangat menyeret dan lambat. Terdengar seperti orang yang kurang tidur atau baru bangun tidur. Ayu merekam video viral ini di dalam mobil yang saat itu sedang kena macet.
Belum ada klarifikasi lanjutan dari Ayu Aulia usai pernyataannya itu viral. Namun, di postingan Instastory baru-baru ini, Ayu menyampaikan pesan khusus untuk netizen.
"Daripada kalian mikirin aku, daripada ngata-ngatain aku, mendingan kalian mikirin tuh bagaimana saudara kita di Sumatra dan Aceh, kok hilang beritanya? Malah berita aku mulu," ungkap Ayu Aulia.
Polemik Ayu Aulia dan jabatannya sebagai tim kreatif GBN-MI ini menjadi sorotan sejak pertengahan Desember 2025. Kala itu, publik dibuat terkejut dengan adanya acara pelantikan yang menampilkan wajah Ayu Aulia di sana.
Pelantikan tersebut rupanya bagian dari acara GBN-MI yang merupakan organisasi rekomendasi bentukan Kementerian Pertahanan. Acara pelantikan digelar pada 19 Desember 2025 di Aula Bela Negara Lantai 8 Kantor Kemenhan di Jakarta.










